"Saya kira nggak perlu (membentuk parpol). Jangan, nanti menimbulkan pecah belah," kata Amien Rais usai menghadiri dialog kebangsaan Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah, Jl Sultan Alauddin Makassar, Rabu (5/8/2015).
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan Muhammadiyah secara politik mempunyai nilai yang sangat besar untuk negara, namun tidak selalu Muhammadiyah hadir dalam praktek politik praktis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak reformasi sampai saat ini, begitulah karakter Muhammadiyah kata Amien. Dia mencontohkan perannya saat tampil di panggung politik nasional dalam reformasi tahun 1988. Kala itu Amien adalah ketua PP Muhammadiyah.
"Saya melihat kekuasaan sudah 30 tahun, maka saya bicara suksesi. Kalau saya bukan ketua Muhammadiyah, orang tidak akan dengar," ucap Amien soal makna 'Muhamamdiyah punya bobot'.
"Contoh Pak Dien, dia bicara undang-undang yang merugikan rakyat dan lebih berpihak kepada asing. Akhirnya didengarkan (judicial review beberapa UU). Ini boleh diteruskan walau dia bukan parpol," imbuhnya. (miq/fdn)











































