TNI Tolak Ditarik dari Aceh
Rabu, 23 Feb 2005 18:47 WIB
Jakarta -
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyambut baik niat GAM yang menerima otonomi khusus dan tidak menghendaki Aceh merdeka."Bagus dong, bahwa kita menyelesaikan suatu permasalahan tidak harus selamanya dengan memisahkan diri apalagi dengan mengangkat senjata. Kalau mengangkat senjata akhirnya korban di pihak masyarakat maupun dirinya sendiri maupun TNI untuk apa," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai sidang kabinet tentang pemberantasan korupsi di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/2/2005)."Kalau memang ada solusi yang lebih baik dan menyelesaikan masalah itu harus kita cari. Kalau dia mau menerima UU Khusus Nanggroe Aceh Darussalam dan tidak lagi memerdekakan diri itu sesuatu yang harus kita sambut dengan baik asal itu betul-betul dilakukan bukan atas suatu taktik saja dan betul-betul ingin diselesaikan dan betul-betul untuk kepentingan rakyat Aceh. Tentunya kita sambut," paparnya.Bagaimana dengan TNI?"Pada prinsipnya, TNI akan melaksanakan apa saja yang menjadi keputusan politik," tandas panglima TNI.Ketika ditanya mengenai tuntutan GAM yang menghendaki self government, panglima TNI balik bertanya. "Self government maksudnya apa. Kalau maksudnya pemilihan dilaksanan masyarakat secara langsung, seperti pilkada seperti yang sekarang dalam proses. Kalau pemerintah sendiri maksudnya lepas bebas dari pemerintah pusat itu merdeka namanya," ungkap dia.Lebih lanjut, panglima menolak tuntutan GAM agar TNI ditarik dari Aceh."Kenapa harus ditarik, kalau mereka punya niatan bagus, kalau mereka tidak berontak lagi walau ada satu juta, lima juta TNI atau 1 orang pun tidak ada artinya. Orang kan takut sama polisi kalau dia nyolong," demikian panglima TNI.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































