"Sudah seharusnya Muktamirin mendukung AHWA, di samping karena sudah menjadi amanah AD/ART NU, bukan pengurus NU jika sudah su'dzun dulu atas sistem ini, kita sama-sama tahu, pemilihan voting selama ini belum tentu sempurna, muktamar kali ini kombinasi keduanya. Zaman terus bergerak, dan NU mesti sensitif, terhadap hal-hal yang bisa merusak NU kedepan," kata Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa KH Aizzudin Abdurrahman dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2015).
Cucu KH Hasyim Asy'ari itu mengatakan, meski sistim AHWA tidak disebutkan secara tekstual dalam AD/ART, namun azaz musyawarah mufakat merupakan pengejawantahan dari sistem AHWA tersebut "Dan selayaknya diterapkan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muktamar kali ini diharapkan berjalan sukses dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat untuk kemajuan warga nahdliyyin, NU dan Bangsa.
"Ada tema besar Islam Nusantara sebagai salah satu sumbangsih NU untuk bangsa dalam menjaga dari ancaman terorisme, radikalisme, termasuk wahabisme, jadi muktamar ini meneguhkan Islam yang rohmatan lil 'alamin. Sangat menarik jika muktamar kali ini diikuti tidak hanya oleh warga nahdliyyin tapi juga masyarakat luas," paparnya.
Dalam sejarahnya, lanjut Gus Aiz, Muktamar NU di Jombang kali ini nuansanya dinilai sangat istimewa dibanding dengan sebelum-sebelumnya.
Sebab diselenggarakan di 'Ndalem' para pendiri NU. Pagar Nusa berharap para Masyayikh yang hadir nanti akan berdoa dan bermunajat agar muktamar ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang maslahah, yang bisa meneruskan perjuangan dan tujuan NU sebagaimana niat dan keikhlasan para pendiri.
"Pagar Nusa juga mengundang warga nahdliyyin untuk bersama-sama istighotsah ba'da isya' (selama Muktamar) di masjid Jami' alun-alun Jombang, memohon Muktamar ini sukses dan demi keselamatan NU yang akan dipimpin Dewan Khos dan majelis pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa," ucapnya.
"Syaikhona Kholil Bangkalan menitipkan memberikan tongkat dan tasbih untuk KH Hasyim Asy'ari melalui KH As'ad Syamsul Arifin dengan membaca yaa jabbar yaa qohhar, semoga NU dihindarkan dari hal-hal yang dapat merusak NU," ujar Gus Aiz. (idh/fdn)











































