Serah terima jabatan 10 Pati digelar di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Jumat (31/7/2015). Pada kesempatan itu, Mulyono meminta kepada seluruh pejabat baru yang baru diangkat untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dikerjakan selama ini.
Ia juga memerintahkan para pengemban tugas tersebut untuk merumuskan dan menyempurnakan kebijakan di berbagai bidang secara lebih aplikatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Pangkostrad itu pun juga merinci mengenai tantangan yang dimaksud. Tantangan secara internal disebutnya adalah mengenai pembinaan organisasi supaya tetap disiplin dan profesional.
"Tantangan keluar kita mampu menghadapi situasi dan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pembangunan nasional," lanjutnya.
Secara khusus KSAD memberikan tugas kepada 10 perwira tinggi yang baru saja melakukan sertijab. Khusus untuk yang menjabat sebagai pangdam-pangdam, Mulyono meminta mereka memastikan pengamanan jelang Pilkada serentak. Isi perintah tersebut adalah sebagai berikut:
"Kepada Pangkostrad, lanjutkan pembinaan kesiapan operasional terhadap segenap satuan jajarannya agar Kostrad selalu siap untuk digerakkan dengan cepat dalam menghadapi setiap ancaman yang timbul di tanah air kita.
Demikian pula kepada Dankodiklat TNI AD, agar terus mengembangkan doktrin, pendidikan dan latihan sesuai dengan program kerja dan anggaran yang telah berjalan, serta lakukan evaluasi agar ke depan semakin efektif dan efisien.
Khusus kepada para Pangdam, agar memelihara dan meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap dinamika perkembangan situasi yang terjadi di wilayah masing-masing secara arif dan bijaksana, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada serentak bulan Desember 2015 nanti. Koordinasikan dengan aparat keamanan dan pihak terkait, serta libatkan semua pemangku kepentingan untuk menjaga agar setiap daerah tetap kondusif dan stabil.
"Tingkatkan terus semangat toleransi dan kerukunan umat beragama, cegah terjadinya konflik komunal dan aksi anarkis, terorisme maupun lainnya, yang dapat menghambat proses pembangunan nasional di daerah masing-masing. Bangun komunikasi dan sinergitas kegiatan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat untuk meminimalisir potensi konflik antara prajurit TNI AD dengan Polri maupun dengan unsur masyarakat lainnya," sambungnya.
Kemudian kepada Danjen Kopassus, Mulyono meminta untuk terus melatih, memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, agar selalu terampil dan mahir dalam bertempur, serta dapat menunjukkan kualitas kekhususannya selama ini, yaitu kekhususan yang tidak pernah dimiliki oleh prajurit tempur lainnya.
Sedangkan untuk Danpuspomad, para Pati diminta terus melakukan penegakan hukum sekaligus berikan pemahaman kesadaran hukum kepada seluruh prajurit di satuan jajaran TNI AD secara terus menerus agar pelaksanaan aturan hukum, disiplin dan tata tertib prajurit semakin baik.
"Harapan yang besar, juga saya sampaikan kepada Danseskoad dan Gubernur Akmil,Β agar terus meningkatkan kualitas sistem pendidikan di satuannya masing-masing melalui evaluasi yang terus menerus disertai pengkajian terhadap proyeksi pengembangan di masa yang akan datang," imbuhnya.
"Besarnya tuntutan tugas dan tanggung jawab terkait dengan dinamisnya perkembangan lingkungan strategis, kedua lembaga pendidikan ini harus lebih mampu menghasilkan keluaran yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Perwira TNI AD yang dibentuk di Akademi Militer kemudian dikembangkan di Seskoad, harus mampu membawa diri dan organisasinya untuk bersaing dengan lingkungan yang ada disekitarnya," terang KSAD dalam arahannya.
Dalam sertijab itu Mulyono juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian pejabat lama selama mengemban tugas. Ia meyakini bahwa peran dari pejabat lama itu telah memberikan kontribusi baik bagi kemajuan TNI AD.
Mulyono juga secara khusus memberikan apresiasi kepada mantan Dankodiklat Letjen Lodewijk F Paulus yang sebentar lagi akan pensiun. Meski akan memasuki masa purna bakti, kata Mulyono, itu bukan berarti mengakhiri pengabdian Lodewijk sebagai prajurit kepada bangsa dan negara.
"Pengabdian seorang prajurit akan terus berlangsung selama hayat di kandung badan. Ada sebuah ungkapan lama yang menyebutkan 'the old soldier never die, they just fade away'. Seorang prajurit tidak akan pernah mengakhiri pengabdiannya, namun hanya menyisih untuk memberi kesempatan pada generasi berikutnya," pungkas Mulyono.
Adapun mereka yang melakukan sertijab adalah:
1. Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Edy Rachmayadi, menggantikan Jenderal Mulyono yang kini menjadi KSAD
2. Komandan Kodiklat TNI AD Mayjen Agus Sutomo, mengantikan Letjen Lodewijk F Paulus yang akan pensiun
3. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen Purwadi Mukson, menggantikan Mayjen Iskandar M Sahil yang kini menjadi Staf Khusus KSAD dalam rangka pensiun.
4. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswandi, menggantikan Mayjen Bayu Purwiyono yang dipromosikan menjadi Danjen Akademi TNI
5. Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo, menggantikan Mayjen Wiyarto yang kini menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI
6. Pangdam V/Brawijaya Mayjen Sumardi, menggantikan Mayjen Eko Wiratmoko yang akan menjabat sebagai Sesmenko Polhukam
7. Danjen Kopassus Brigjen Muhammad Herindra, menggantikan Mayjen Doni Monardo yang kini menjadi Pangdam XVI/Pattimura
8. Komandan Sesko TNI AD (Seskoad) Brigjen Pratimun, menggantikan Mayjen Agung Risdhianto yang menjadi Wadankodiklat
9. Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Brigjen Dodik Widjanarko, menggantikan Mayjen Unggul Kawistoro Yudhoyono yang menjadi staf khusus KSAD dalam rangka pensiun
10. Gubernur Akmil Brigjen Hartomo, menggantikan Mayjen Sumardi yang kini menjadi Pangdam V/Brawijaya
(elz/fdn)











































