Tema Muktamar ke-33 NU adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia. Islam Nusantara bukanlah mazhab baru, melainkan sebuah ciri khas.
Ada pun ajaran Islam di NU yakni Ahlu-sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang sesuai dengan kitab tulisan KH Hasyim Asy'ari, pendiri ormas tersebut. Tentunya Ketum PBNU yang terpilih nantinya haruslah yang konsisten menjalankan Islam yang Aswaja dan berwawasan Nusantara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KH Said Aqil Siroj saat ini menjabat sebagai Ketum PBNU dan merupakan akademisi yang mendapat gelar sarjana hingga doktor di Arab Saudi. Meski demikian, dia terus menekankan bahwa Islam di Indonesia tak sama dengan Islam di Arab dan negara-negara timur tengah lainnya.
Sekembalinya ke Tanah Air, Said Aqil langsung mengajar di sejumlah perguruan tinggi dan pesantren. Dia juga sempat duduk di bangku MPR RI.
KH As'ad Said Ali yang juga akan mencalonkan diri merupakan mantan Wakil Kepala BIN. Pengalaman di dunia intelejen KH As'ad terbilang amat mumpuni dan tak diragukan lagi.
Selain itu, As'ad juga pernah aktif di organisasi-organisasi otonom NU saat masih muda seperti IPNU, PMII, dan GP Ansor. As'ad pun telah menuliskan sejumlah buku bertemakan nasionalisme, budaya, dan ideologi.
KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah merupakan cucu dari KH Hasyim Asy'ari. Sebagai 'darah biru', dia pun kini menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Gus Solah juga merupakan mantan Wakil Ketua Komnas HAM yang aktif menjadi tim pencari fakta untuk kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. Dia pun pernah aktif menjadi anggota Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).
KH Muhammad Adnan merupakan mantan Ketua PWNU Jawa Tengah dan kini menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah untuk provinsi tersebut. Adnan kini tercatat sebagai kandidat doktor politik Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.
Meski namanya kurang terdengar sebagai tokoh nasional, namun kalangan NU bisa dibilang akrab mengenal nama Adnan. Kemampuannya membangun jaringan kemudian membuat dia mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dia pun diperkenalkan ke seluruh penjuru nusantara oleh KH Hasyim Muzadi. (bag/van)










































