Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi menjawab diplomatis terkait hal ini.
"Semua kemungkinan kita dalami, termasuk siapa-siapa saja yang terlibat akan terus dikembangkan. Proses penyidikan masih berlangsung dan akan dikembangkan terus," kata Iqbal Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain Kemendag, kita juga sedang mendalami keterlibatan dari Kementerian Perindustrian," ucap sumber tersebut.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menyebut, pihaknya masih mencari kemungkinan kasus serupa terjadi di kementerian lain. Ada 18 kementerian yang mengatur regulasi perizinan impor barang di Pelabuhan Tanjung Priok ini.
Dari 18 kementerian ini, Tito menyebut, permasalahan banyak terjadi di Kementerian Perdagangan.
"Itu lebih banyak terjadi di Kemendag tapi kita akan mencari kemungkinan di kementerian lain yang 17 ini," kata Tito kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (29/7/2015).
"Khususnya di Dirjen Daglu, nah kita lihat ini ada melibatkan beberapa oknum yang jadi calo maupun oknum eksternal yang jadi calo. Jadi ini pengusaha satu pintu bisa selesai, nah ini enggak. Ini melalui calo, calo luar masuk lewat calo dari dalam, dimintai uang, barang itu keluar," tambahnya.
Sementara itu, Kasatgas AKBP Hengki Haryadi memilih tidak berkomentar soal hal ini. "Jangan ke saya," kata Hengki menolak berkomentar. (mei/dra)











































