Para pelaku melakukan aksi jahatnya pada Rabu (29/7/2015) siang sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam peristiwa tersebut, para pelaku membawa kabur 1 unit laptop, 5 unit handphone dan perhiasan emas seberat 30 gram.
"Kejadiannya sekitar jam 14.30 WIB, pelaku datang dan ancam keluarga saya pakai pistol. Pelaku yang lain bawa golok. Terus keluarga saya disekap di kamar," kata Tirta Latief (63), pemilik rumah yang ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perhiasan menantu saya juga diambil. Ada kalung, gelang, anting, sekitar 30 gram jumlahnya," terang Latief. "Kejadiannya sekitar 30 menitan, tapi pas kejadian saya lagi nggak ada di rumah, lagi keluar," tambahnya.
Penghuni rumah yang disekap para pelaku, kata Latief, yakni istrinya, Lina, anak laki-lakinya, Marko dan Judical. "Nah di kamar tempat istri sama anak saya disekap, ada gunting. Anak saya kerjasama, terus ambil gunting. Baru bisa lolos. Dia keluar kamar lewat jendela, terus lapor satpam. Tapi pelaku sudah kabur," terang Latief.
Hingga saat ini, kasus perampokan yang disertai penyekapan tersebut masih ditangani petugas Polres Bogor Kota. Lokasi perampokan, berada di komplek perumahan di mana Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan keluarganya tinggal. Sementara senjata yang digunakan pelaku, belum bisa dipastikan jenis dan keasliannya. (dra/dra)










































