"Masa sih partai tidak memiliki kader yang mempunyai rekam jejak yang lebih baik dan punya integritas. Mereka ini yang mestinya diusung," ujar peneliti ICW Ade Irawan dalam perbincangan, Selasa (28/7/2015).
Ade mengkhawatirkan partai-partai ini mengusung calon eks napi karena uang mahar. Karena jika memang melihat pada integritas calon, pasti ada kader lain yang catatannya lebih bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade tidak memungkiri, pasca putusan MK ini eks narapidana dapat mencalonkan kembali menjadi kepala daerah. menurut Ade, seharusnya parpol yang bisa menghadang niatan para eks napi ini untuk menjadi pejabat.
"Partai yang memiliki posisi strategis untuk menghadang mereka untuk maju dalam Pilkada. Apabila partainya sehat dan antikorupsi, mereka tidak akan mengusung kandidat napi atau mantan napi," ujar Ade.
(faj/van)











































