Pasca Ramadan, Tawuran dan Balap Liar Kembali Muncul di Jakpus

Pasca Ramadan, Tawuran dan Balap Liar Kembali Muncul di Jakpus

Nur Khafifah - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2015 15:51 WIB
Pasca Ramadan, Tawuran dan Balap Liar Kembali Muncul di Jakpus
Ilustrasi tawuran (Foto: Hasan/detikcom)
Jakarta - Seusai bulan Ramadan, aksi balap liar dan tawuran kembali terjadi di Jakarta Pusat. Padahal selama Ramadan, wilayah Jakarta Pusat mendapat apresiasi dari Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian karena bebas tawuran, balap liar dan kegiatan-kegiatan merusak lainnya.

Aksi balap liar tersebut terjadi di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, dini hari tadi. Belasan remaja pria memanfaatkan jalanan yang luas dan lengang itu layaknya arena sirkuit.

Aksi balap liar yang berlangsung sekitar pukul 03.30 WIB tersebut mengundang kekhawatiran warga. Sebab tak jarang aksi semacam itu berbuntut pada kecelakaan bahkan hingga hilang nyawa. Mereka kemudian melaporkannya kepada polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unit Sabhara Polsek Kemayoran langsung menuju lokasi dan membubarkan aksi liar tersebut. Para remaja pria berusia belasan tahun itu kocar-kacir melarikan diri. Karena panik, beberapa kendaraan mereka tertinggal di lokasi.

"2 Sepeda motor kami amankan," kata Kanit Sabhara Polsek Kemayoran, SKP Syaiful Bahri kepada wartawan, Sabtu (25/7/2015).

Sementara itu dalam waktu yang tak jauh berbeda, aksi tawuran terjadi di kawasan Tanah Abang, tepatnya di depan Blok G Pasar Tanah Abang. Tawuran ini juga dilakukan oleh remaja pria yang berjumlah sekitar 20-an orang.

Mereka membawa batu, kayu dan botol kosong untuk saling menyerang. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan langsung membubarkan aksi tersebut.

"Langsung kami bubarkan semua. Tidak ada yang diamankan," kata Kapolsek Tanah Abang, AKBP Harry Sulistiyo saat dikonfirmasi.

Harry memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Ia juga mengimbau kepada para pelajar agar tidak berbuat anarki.

Harry menegaskan, pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian sejak Ramadan hingga saat ini masih sama. Munculnya aksi-aksi anarki remaja tersebut, menurutnya masih dapat dicegah. Para remaja ini, kata Harry memang selalu kucing-kucingan dengan polisi. Ketika tampak tak ada polisi yang berjaga, mereka langsung beraksi tawuran atau balap liar.

"Buktinya (tawuran) langsung dapat kami bubarkan. Artinya posisi kami tak jauh dari lokasi-lokasi rawan," tukasnya. (kff/slh)


Berita Terkait