Begini Rasanya Menikmati Ramadan dan Idul Fitri di Skotlandia

Salmah Muslimah - detikNews
Minggu, 19 Jul 2015 19:05 WIB
Foto: Yangie Dwi Marga Pinanga/pembaca
Glasgow - Idul Fitri setiap tahunnya tentu memberikan kesan tersendiri bagi tiap muslim yang merayakan. Apalagi bagi yang harus berlebaran di luar negeri dan jauh dari keluarga seperti di Glasgow, United Kingdom. Pastinya ada rasa rindu dengan kampung halaman dan terbayang bertemu sanak saudara.

Seperti dituturkan, Yangie Dwi Marga Pinanga yang tengah menempuh pendidikan di University of Glasgow, UK dalam surat elektroniknya, Minggu (19/7/2015).

"Sebagian dari kami mungkin berkesempatan melakukan tradisi mudik, namun banyak juga yang kemudian harus rela berkirim permohonan maaf hanya melalui telepon. Beruntung saat ini teknologi informasi yang kian canggih sehingga dapat melakukan video call dan tetap dapat bertatap muka dengan saudara di tanah air," terang Yangie.

Yangie mengungkapkan, walaupun ada yang kurang yaitu tidak bisa sungkem ke orang tua, tetapi acara halal bi halal yang
kerap diadakan setiap tahun oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Glasgow selalu sukses menjadi obat kerinduan. Seperti tahun 2015 ini, acara tersebut berhasil menjadi ajang silaturahim bagi seluruh warga Indonesia yang ada di Glasgow. Selain dari Glasgow, WNI yang berdomisili di Dundee, Stirling, St. Andrews, Aberdeen, dan kota-kota di Skotlandia lainnya juga turut hadir.

"Bukan hanya dari kalangan pelajar, melainkan ikut diramaikan pula oleh WNI yang sedang di tempatkan bekerja di bagian utara Britania Raya serta keluarga campuran (Indonesia-Skotlandia). Sebagian jamaah merayakan 1 syawal 1436 H pada hari jumat (17 Juli) dan sebagian yang lain baru keesokan harinya. Namun, perbedaan ini tidaklah menjadi masalah dan tidak mengubah kenikmatan kumpul lebaran. Setelah bersalam-salaman, semua langsung menyerbu hidangan lebaran khas Indonesia yang tentunya menjadi bintang utama," urai dia.

Makanan lengkap tersaji mulai dari lontong, opor, rendang, sambal hati, hingga kue-kue hari raya. Semakin menambah semarak idul fitri. Selain itu juga, bulan Ramadhan di Glasgow memberikan tantangan tersendiri bagi warga Indonesia terutama
karena durasi berpuasa yang cukup panjang sehingga menuntut tubuh beradaptasi dengan manajemen waktu yang baru demi tetap maksimal beribadah.

Ditambah lagi, baik suasana Idul fitri maupun ramadhan pun tidak seramai di Indonesia yang terkadang kesemarakan inilah yang membuat para WNI lebih bersemangat berpuasa dan berlebaran. Hal inilah kemudian yang menginspirasi PPI Glasgow bekerja sama dengan keluarga islam Britania Raya (KIBAR) di Glasgow menyusun program ramadhan untuk WNI di Skotlandia. Berpuasa di negara minoritas muslim tidak menghalangi untuk tetap melaksanakan berbagai program ramadhan.

"Di awal bulan ramadhan kemarin, PPI Glasgow beserta alumninya bekerja sama dengan rumah zakat Indonesia menggelar acara berjudul Glasgow Menginspirasi. Alumni PPI Glasgow yang telah kembali ke Indonesia mengadakan acara buka bersama dengan anak-anak sekolah juara. Namun ada sentuhan yang berbeda dari acara bukber kebanyakan. Dalam acara tersebut, para pelajar di Glasgow melakukan video conference dengan anak-anak sekolah juara," jelas dia.

Para pelajar tersebut mencoba berbagi cerita dan menebar inspirasi mengenai pengalaman sekolah di luar negeri. Ada nilai yang lebih yang ingin diberikan kepada generasi penerus, untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan ada banyak jalan yang dapat diusahakan untuk mewujudkan mimpi tersebut perlahan tapi pasti.

Selain melalui video conference, pesan semangat untuk adik-adik diberikan melalui kartu pos yang diberikan oleh WNI di Skotlandia. Pada acara tersebut juga diberikan sejumlah uang dan buku-buku bermanfaat. Pengumpulan dana salah satunya dilakukan dengan mengadakan Saman On The Street, workshop tari saman di pusat kota Glasgow bulan Mei lalu. Acara ini harapannya bisa diadopsi oleh perhimpunan pelajar Indonesia yang berdiaspora di seluruh dunia.

"Kami mengisi waktu sebelum berbuka dengan acara ngabuburit yang bermanfaat, seperti workshop penulisan disertasi, jurnal akademik, dan pembuatan CV yang baik. Ramadhan juga bertepatan dengan periode untuk mahasiswa S2 menulis tugas akhir," imbuh dia.

Program islami seperti tadarus online, ceramah sebelum maghrib hingga berbuka bersama juga mengisi hari-hari Ramadhan. Buka bersama pun tidak hanya bersama warga sebangsa saja tapi juga dengan umat muslim dari negara-negara lain yang tengah bermukim di Glasgow, seperti dengan Pakistan, Mesir, Oman, Libya, Arab Saudi, dan lain sebagainya membuat semakin sadar bahwa bumi Allah itu luas dan semua muslim bersaudara.

"Bagi jamaah pria, biasanya setelah iftar tersebut dilanjutkan tarawih hingga sahur bersama. Hingga akhirnya ramadan usai dan umat muslim merayakan Idul Fitri. Dimulai dengan sholat Id berjamaah. Selepas salat id, ada satu hal yang menarik yaitu tradisi memberikan hadiah. Tampak anak-anak menawarkan keranjang berisikan coklat dan permen untuk satu persatu jamaah. Ada pula pemuda asal Libya yang membawa loyang berisi kue khas agar dapat dicoba jamaah bangsa lain," ungkapnya.

Setelah menunaikan salat id barulah warga Indonesia berkumpul untuk halal bihalal.Lebaran tetap terasa indah dengan kehangatan keluarga baru. Pengalaman tersebut tentunya berharga dan akan selalu terkenang oleh perantau Indonesia di Skotlandia.

"Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Keluarga Islam Britania Raya (KIBAR) Glasgow mengucapkan selamat hari
raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H. Taqabalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima ibadah-ibadah Ramadhan kita dan diperkenankan bertemu Ramadhan tahun depan. Mohon maaf lahir batin dan selamat berkumpul bersama keluarga tercinta," tutup dia. (slh/dra)