Bertempat di Kampus, Begini Suasana Salat Id Masyarakat Indonesia di DC

Laporan dari AS

Bertempat di Kampus, Begini Suasana Salat Id Masyarakat Indonesia di DC

Shohib Masykur - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2015 10:15 WIB
Bertempat di Kampus, Begini Suasana Salat Id Masyarakat Indonesia di DC
Foto: Shohib Masykur
Jakarta - Sudah menjadi tradisi, masyarakat muslim Indonesia yang tinggal di Washington DC dan sekitarnya menggelar Salat Id bersama setiap tahun. Untuk menampung jumlah jamaah yang mencapai tak kurang dari 2000 orang, Salat Id biasanya digelar di sebuah gedung luas yang sengaja disewa untuk keperluan khusus tersebut.

Tahun ini, Salat Id yang dilaksanakan pada hari Jumat (17/7/2015) digelar di kampus NOVA Community Collage, Annandale, Virginia, sekitar setengah jam perjalanan mobil dari pusat kota Washington DC.

Ribuan jamaah berbondong-bondong mendatangi kampus tersebut untuk Salat Id berjamaah dan bersilaturahmi dengan sesama masyarakat Indonesia. Ruangan berukuran 40x40 meter yang dipakai terlihat penuh. Takbir diiringi irama bedug berkumandang sejak pagi hingga salat dilangsungkan pukul 10.30 waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dekat pintu masuk bersiaga amil yang siap menerima dan menyalurkan zakat. Sebagian dari zakat itu disalurkan untuk masyarakat Indonesia setempat, dan sebagian lagi disalurkan ke Indonesia melalui lembaga zakat.

Bertindak selaku khatib adalah Ustad Fahmi Zubir yang menyampaikan khutbah dalam bahasa Indonesia dan menyarikannya dalam bahasa Inggris.

"Idul Fitri berarti kembali ke fitrah, dan fitrah kita sebagai manusia adalah dipenuhi dengan kasih sayang. Kita ada karena adanya kasih sayang di antara kedua orang tua kita. Oleh karena itu di hari yang fitri ini kita harus menyebarkan kasih sayang, menunjukkan islam sebagai rahmatan lil alamin," demikian antara lain kata sang khatib dalam khutbahnya.

Usai salat dan khutbah, jamaah saling bersalaman dan meminta maaf layaknya biasa dilakukan di Indonesia. Begitu kentalnya suasana lebaran di antara masyarakat Indonesia sehingga terasa seperti tidak sedang di Amerika, melainkan di Indonesia.
Bedanya, kalau di Indonesia makanannya ketupat, di situ makanannya donat. Namun demikian, ada juga makanan khas Indonesia yang siap disantap.

(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads