"Ini macet terparah," terang Mustari, Jumat (17/7/2015).
Mustari berangkat dengan keluarganya menuju Banyumas pada Kamis (16/7) pagi pukul 07.30 WIB dari Jakarta. Ancer-ancer perhitungannya, dia sampai di Banyumas sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustari bertutur, di tengah kemacetan ini dia terkadang mematikan mesin. Dia pun berjaga-jaga dengan membeli bensin eceran di pinggir jalan.
"Tadi beli 12 liter Rp 150 ribu, biar nggak stres lihat jarum bensin," tambah dia.
Mobil pribadi memenuhi ruas jalan. Banyak juga yang menepi di pinggir jalan melepas lelah karena macet seolah tak berujung. Kemacetan diduga terjadi di titik perlintasan kereta api di Klonengan. Mobil mesti mengantre dengan kereta. (fdn/dra)











































