Din diterima Jokowi di ruang kerjanya di Istana Kepresidenan, Rabu (15/7/2015) dari pukul 10.30 sampai 11.00 WIB. Din mengaku yang berinisiatif meminta bertemu.
Dalam pertemuan itu, Din menyampaikan banyak hal, termasuk penegakan hukum. "Kami membahas ngalor ngidul soal persoalan bangsa dan bagaimana menyelesaikannya, termasuk bagaimana kita mengatasi mafia-mafia," kata Din kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah juga membahas mengenai perintahnya kepada para pengurus Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) agar membela Buya Syafii Maarif terkait komentar Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Din mengaku tidak membahas secara eksplisit. Dia menduga Jokowi sudah tahu mengenai hal itu.
Namun, dalam pertemuan itu Jokowi mengaku terkejut membaca pemberitaan mengenai komentar Komjen Budi Waseso terhadap Buya Syafii. Selasa (14/7/2015) kemarin, Budi Waseso meminta Syafii tidak usah bicara penegakan hukum. "Beliau mengaku terkejut membaca berita itu," kata Din.
Dalam pertemuan itu, lanjut Din, Presiden Jokowi mengaku sudah meminta semua pihak, termasuk penegak hukum,Β agar tidak membuat keputusan yang mengakibatkan kegaduhan politik. Apalagi di saat situasi perekonomian yang sedang melambat.
(mok/dra)











































