Ketiga kampung tersebut yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, Didi Agus Prihatno mengatakan, saat ini pihaknya terus berusaha men-droping bahan makanan dan pakaian untuk warga di kampung tersebut.
“Laporan yang saya terima ada 6.150 orang yang berada di tiga kampung ini. Tiga kampung tersebut hanya bisa disinggahi dengan pesawat berbadan kecil. Saat ini kami tinggal menunggu pesawat untuk menggeser bahan makanan dan pakaian ke kampung tersebut,” kata Didi di Jayapura, Senin (13/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Biasanya juga umbi-umbian yang ditanam akan beracun dan jika masyarakat mengonsumsi umbi-umbian tersebut akan menyebabkan diare,” jelasnya.
Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen menyebutkan selama diguyur hujan es, masyarakat setempat mengonsumsi sayur pakis dan labu. Pihaknya masih terus berupaya menggeser bahan makanan berupa makanan instan dan beras.
“Kendala kami di lapangan saat ini adalah pen-droping-an makanan terkendala cuaca,” katanya. (rul/try)











































