Kepala staf kepresidenan Luhut Panjaitan mengatakan, Presiden Jokowi memang masih terus mempelajari proposal kereta peluru itu dari Tiongkok dan Jepang.
Nantinya akan ditunjuk konsultan untuk melakukan evaluasi mendalam proposal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah siapa konsultan yang ditunjuk pun belum ada kepastian. Luhut menyerahkan urusan itu kepada Menko Perekonomian.
"Kita belum putuskan," sambung Luhut.
Namun yang pasti, Jokowi berharap hasil studi itu bisa segera diketahui. Kata Luhut, Jokowi tidak ingin berlama-lama dalam memutuskan nasib kereta cepat itu.
"Akan sesegera mungkin. Saya belum tahu, tapi akan sesegera mungkin," ujar dia. (mok/fdn)










































