Suriah akan Mulai Tarik Pasukan dari Libanon Secepatnya
Selasa, 22 Feb 2005 13:32 WIB
Jakarta - Pemerintah Suriah mengindikasikan akan mulai menarik mundur sebagian pasukannya dari Libanon dalam waktu dekat ini. Demikian disampaikan Ketua Liga Arab, Amr Moussa.Dikatakannya, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah mengatakan pada dirinya bahwa Suriah akan segera memulai penarikan pasukannya sejalan dengan perjanjian Taif, yang mengakhiri perang saudara Libanon tahun 1975-1990 silam."Presiden Bashar al-Assad menekankan berulang kali dalam pembicaraan kami mengenai niat kuatnya untuk memulai implementasi perjanjian taif dan memulai penarikan pasukan Suriah dari Libanon sejalan dengan kesepakatan ini," ujar Moussa kepada wartawan usai pertemuan dengan Assad di Damascus, Suriah."Isu Taif dan penarikan merupakan bagian dari kebijakan Suriah. Akan ada pembicaraan dan langkah-langkah yang akan kita lihat segera," imbuh Moussa seperti diberitakan Reuters, Selasa (22/2/2005).Perjanjian Taif tahun 1989 menyatakan komitmen Suriah untuk memindahkan pasukannya dari Libanon ke Bekaa Valley. Juga disebutkan bahwa Suriah dan Libanon hendaknya menyetujui jadwal untuk penarikan penuh pasukan Suriah. Hal tersebut hingga saat ini belum disepakati.Suriah menempatkan sekitar 14 ribu pasukan di Libanon. Komunitas internasional dan rakyat Libanon sendiri terus mendesak Suriah untuk menarik pasukannya dari negeri itu. Desakan itu kian meningkat menyusul kematian mantan perdana menteri Libabon Rafik al-Hariri akibat serangan bom di Beirut, pekan lalu.
(ita/)











































