"Kita meminta televisi untuk mengembangkan program Ramadan yang konstruktif. Media punya tanggung jawab untuk menyuguhkan program yang berkualitas," kata Ketua MUI Din Syamsudin, di kantornya, Jl Proklamasi. Jakarta Pusat, Senin (7/7/2015).
"Say no to bad TV, karena hal itu dapat mengurangi nilai puasa kita," lanjutnya.
Menurut Din, televisi yang masih menayangkan program yang tidak berfaedah, maka harus segera berbenah. Setiap tahun MUI juga memberikan penghargaan kepada televisi-televisi yang programnya dianggap membangun dan mencerdaskan.
"Sesuai hasil pemantauan, saya mau mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara siaran, yang alhamdulilah semakin tahun menampilkan program yang semakin baik," tutur Din.
"Kepada masyarakat, sekiranya memilih program-program yang positif, itu juga bagian dari ibadah. Kan kalau tontonannya bagus bisa jadi amalan Ramadan," imbuh Din.
Ketua MUI Bidang Infokom, Sinansari Ecip menambahkan, pemantauan tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan. "Hanya saja selama Ramadan pantauannya lebih intens," tambahnya. (rna/dra)











































