Setelah Mualaf, Agnes Alami 'Turbulensi' hingga Mantab Berhijab

Ramadan 2015

Setelah Mualaf, Agnes Alami 'Turbulensi' hingga Mantab Berhijab

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 15:31 WIB
Setelah Mualaf, Agnes Alami Turbulensi hingga Mantab Berhijab
Foto: Nur Khafifah
Depok - Usai mengucap 2 kalimat syahadat pada November 2007, Agnes Purwanti (29) mengira bahwa proses pencarian kebenaran yang dilakukannya berakhir. Namun, beberapa cobaan malah menerpanya.

Setelah menikah, Agnes merasa tak ada lagi yang perlu dicari setelah memeluk Islam. Proses belajar agamanya berhenti setelah itu. Ia diajari salat oleh sang suami, namun berhenti belajar membaca Alquran karena sibuk mengurus anak. Hingga akhirnya ia kembali mengalami krisis iman.

"Tahun-tahun pertama sulit banget, saya hampir nggak sanggup menghadapi turbulensinya. Waktu itu saya masih keukeuh dengan keyakinan saya yang liberal dan feminis," ujar ibu 3 anak ini saat ditemui di kediamannya, Jl Galur, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian pada suatu hari di bulan Maret 2011, Agnes tiba-tiba tergerak untuk mengenakan hijab. Ia mengaku merasa ada panggilan dari dalam dirinya untuk berhijab. Padahal sebelumnya, Agnes mati-matian menolak saat diminta oleh suami dan mertuanya untuk mengenakan hijab. Sebab menurutnya kala itu, hijab hanyalah budaya bangsa Arab yang kemudian diadopsi di Indonesia. Melihat penampilan barunya itu, suaminya kaget namun juga senang. Kala itu hijab yang dikenakannya masih belum syar'i.

Setahun berselang, cobaan kembali menerpa rumah tangganya. Agnes mengaku nyaris menyerah menghadapi masalah ini. Ia bertanya-tanya, mengapa Islam tak memberikan perbaikan dalam hidupnya. Hingga akhirnya, saat hendak mencari tahu apa yang dilakukan suaminya di akun twitter, ia justru menemukan akun milik ustad tersohor Felix Siaw dan akun Peduli Jilbab.

"Saya jadi pengin tahu lagi terutama soal kerudung. Ternyata pakai kerudung harus menutup dada. Terus kerudung bukan budaya Arab, itu yang saya tergelitik," ujarnya.

Dalam akun twitternya, ustad Felix bercerita tentang peran laki-laki dan perempuan dalam Islam. Di mana peran laki-laki lebih banyak di depan sementara perempuan di belakang, sehingga terjadi pembagian tugas. Hal ini mementahkan pendapatnya yang sebelumnya liberal dan feminis.

"Terus saya coba deh pakai jilbab yang nutup dada. Ternyata efeknya di luar dugaan, padahal yang saya lakukan sedikit sekali, cuma ganti cara berpakaian," ujarnya.

Dengan berhijab syar'i, Agnes mengaku perilakunya berubah. Jika sebelumnya diam-diam ia masih sering merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, setelah serius berhijab hal tersebut ia tinggalkan. Perempuan kelahiran Bogor 1986 ini juga lebih bisa mengontrol emosi dan ucapan.

"Suami bengong. Ditanya, 'Kamu mau pakai cadar juga?', malah disangka saya ikut aliran aneh-aneh," katanya.

Ia juga mulai mendalami Islam kembali dengan mengikuti pengajian, meskipun lebih banyak lewat web. Sebab memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil membuatnya kerepotan jika harus meninggalkan rumah.

Namun meski sudah memperbaiki akhlak, bukan berarti tak ada lagi cobaan. Agnes justru mulai dijauhi lingkungan lamanya.

"Sedih, cuma ya kan katanya syaratnya bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang saleh, saya cari aja. Patokannya ya yang kerudung panjang deh, dempetin deh tuh. Sekarang tambah banyak temen. Sering dikasih tausiyah via whatsapp dan ditanya kabar," ujarnya.

Kini ia berusaha untuk tetap istiqamah, karena menurutnya hal itu lebih sulit daripada saat proses pencarian. "Yang penting jangan diam. Terus belajar dan perbaiki diri. Malu sama jilbab dan anak," tuturnya.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads