Setelah menikah, Agnes merasa tak ada lagi yang perlu dicari setelah memeluk Islam. Proses belajar agamanya berhenti setelah itu. Ia diajari salat oleh sang suami, namun berhenti belajar membaca Alquran karena sibuk mengurus anak. Hingga akhirnya ia kembali mengalami krisis iman.
"Tahun-tahun pertama sulit banget, saya hampir nggak sanggup menghadapi turbulensinya. Waktu itu saya masih keukeuh dengan keyakinan saya yang liberal dan feminis," ujar ibu 3 anak ini saat ditemui di kediamannya, Jl Galur, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setahun berselang, cobaan kembali menerpa rumah tangganya. Agnes mengaku nyaris menyerah menghadapi masalah ini. Ia bertanya-tanya, mengapa Islam tak memberikan perbaikan dalam hidupnya. Hingga akhirnya, saat hendak mencari tahu apa yang dilakukan suaminya di akun twitter, ia justru menemukan akun milik ustad tersohor Felix Siaw dan akun Peduli Jilbab.
"Saya jadi pengin tahu lagi terutama soal kerudung. Ternyata pakai kerudung harus menutup dada. Terus kerudung bukan budaya Arab, itu yang saya tergelitik," ujarnya.
Dalam akun twitternya, ustad Felix bercerita tentang peran laki-laki dan perempuan dalam Islam. Di mana peran laki-laki lebih banyak di depan sementara perempuan di belakang, sehingga terjadi pembagian tugas. Hal ini mementahkan pendapatnya yang sebelumnya liberal dan feminis.
"Terus saya coba deh pakai jilbab yang nutup dada. Ternyata efeknya di luar dugaan, padahal yang saya lakukan sedikit sekali, cuma ganti cara berpakaian," ujarnya.
Dengan berhijab syar'i, Agnes mengaku perilakunya berubah. Jika sebelumnya diam-diam ia masih sering merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, setelah serius berhijab hal tersebut ia tinggalkan. Perempuan kelahiran Bogor 1986 ini juga lebih bisa mengontrol emosi dan ucapan.
"Suami bengong. Ditanya, 'Kamu mau pakai cadar juga?', malah disangka saya ikut aliran aneh-aneh," katanya.
Ia juga mulai mendalami Islam kembali dengan mengikuti pengajian, meskipun lebih banyak lewat web. Sebab memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil membuatnya kerepotan jika harus meninggalkan rumah.
Namun meski sudah memperbaiki akhlak, bukan berarti tak ada lagi cobaan. Agnes justru mulai dijauhi lingkungan lamanya.
"Sedih, cuma ya kan katanya syaratnya bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang saleh, saya cari aja. Patokannya ya yang kerudung panjang deh, dempetin deh tuh. Sekarang tambah banyak temen. Sering dikasih tausiyah via whatsapp dan ditanya kabar," ujarnya.
Kini ia berusaha untuk tetap istiqamah, karena menurutnya hal itu lebih sulit daripada saat proses pencarian. "Yang penting jangan diam. Terus belajar dan perbaiki diri. Malu sama jilbab dan anak," tuturnya.
Halaman 2 dari 1











































