"Kami dapat kritik dari anggota dewan bahwa Bawaslu hanya jadi aksesoris pemilu. Jujur, kalau menilai pengawasan pemilu, jika upaya pencegahan kita buka, pelanggaran sebenarnya lebih banyak. Kami merasa sukses kalau melakukan pencegahan secara efektif," kata Ketua Bawaslu Muhammad dalam rapat konsultasi gabungan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015).
Muhammad tak menyebut siapa anggota dewan yang dia maksud. Dia pun menyesalkan sempat muncul pernyataan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria yang hadir dalam rapat ini juga menyesalkan hal tersebut. Selaku mitra dari Bawaslu, Riza menyampaikan permintaan maaf dari Komisi II.
"Saya minta maaf kalau ada anggota Komisi II yang mengatakan Bawaslu itu hanya aksesoris Pilkada. Komisi II ini ingin memperkuat (Bawaslu), bukan aksesoris," ungkap Riza.
(imk/tor)











































