"Iya tentu sesuai anggaran. Kan kalau kita tidak bisa langsung kasih. Itu harus, nanti lagi kita tambah di anggaran 2016," ujar JK di hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015).
JK belum dapat memperkirakan berapa persentase penambahan anggaran bagi TNI. Namun JK mengatakan besaran anggaran tergantung jumlah pendapat negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dalam uji kelayakan di Komisi I, Calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan untuk sektor udara diperlukan alutsista yang baru.
"Hibah itu biayanya hampir sama dengan beli. Pesawat udara beda dengan darat. Darat kalau rusak bisa diperbaiki di tempat itu juga. Kalau pesawat mogok, ya hancur," kata Gatot.
Dia menekankan pengadaan alutsista di sektor udara untuk yang akan datang mesti baru. Kecuali pengadaan yang sudah terlanjur dilakukan.
"Komitmen saya dengan Komisi I untuk pesawat udara kita harus yang baru. Pengadaan yang akan datang harus yang baru. Kecuali yang sudah terlanjur," sebut eks Pangdam Brawijaya itu.
(faj/faj)











































