"Seperti yang saya katakan prajurit saya di lapangan semangat dengan pesawat tua, masih dipelihara dengan baik," ujar Moeldoko
usai MoU dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015).
Moeldoko menyatakan, pihaknya tidak abai dalam memelihara pesawat tua dan alutsista. Bahkan anggaran untuk pemeliharaan dan perbaikan tidak kalah besar dengan pembelian pesawat dan alutsista.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, penghentian operasi sebuah pesawa ada hitungan teknis seperti tahun dan jam terbang. Pihaknya mengutamakan kelayakan pesawat.
"Tentu ada upgrade terus, tidak baru beli lalu dibiarkan begitu saja," ucapnya.
Sementara itu, Wakil KSAU Marsdya TNI Bagus Puruhito mengatakan, peralatan pada Hercules C-130 yang jatuh di Medan, bekerja dengan baik. Bila sudah terbang sudah dipastikan pesawat tersebut layak karena sudah diperiksa.
"Sudah dilakukan pemeriksaan. Tidak ada orang mau celaka, apalagi kru dan teknisi karena mereka ada di pesawat itu," kata Bagus. Pesawat yang jatuh di permukiman penduduk di Medan itu diproduksi tahun 1964 atau telah berusia 51 tahun.
(nwy/nrl)











































