"Selama 4 hari belakangan ini pasien yang baru tidak muncul. Perkiraan saya bulan Juli tidak muncul korban baru," kata Ketua National Assembly Korea Selatan, Chung Ui-hwa.
Hal tersebut disampaikan Chung Ui-hwa di pertemuan bilateral dengan Ketua DPD RI Irman Gusman dalam acara MIKTA Speaker's Consultation 2015 di Westin Chosun Hotel, Seoul, Rabu (1/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Korea mengambil tindak lanjut kurang lengkap pada tahap awal, tapi seperti kita tahu teknologi Korea tetap baik untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.
Irman Gusman menambahkan, meski dilanda berita Wabah MERS di Korsel, Irman yakin pemerintah Korsel bisa menangani masalah ini dengan baik. Dia berharap bencana ini bisa segera selesai dan pariwisata di sana bisa kembali normal.
"Ketika banyak wabah MERS di sini banyak pemberitaan dan sudah terkontrol. Dan saya tidak berubah niat saya untuk tetap datang ke sini. Saya yakin pemerintah Korsel bisa mengatasi itu semua, sehingga harapan saya musim summer ini tidak berkurang turis yang berlibur di sini," ucap Irman.
Pemerintah Korsel telah melakukan berbagai upaya agar negaranya bisa terbebas dari MERS. Mulai dari memberikan asuransi bagi turis, gratis visa hingga penyemprotan desinfektan ke daerah-daerah. Hasilnya dalam 4 hari terakhir tidak ada laporan korban baru MERS.
detikcom yang berkesempatan mengunjungi Korsel bersama dengan delegasi rombongan DPD RI untuk menghadiri acara MIKTA Speaker's Consultation 2015 di Seoul merasakan warga di sini juga sudah tidak terlalu khawatir.
Misalnya saja di Bandara Incheon, kondisi memang terlihat sepi, setiap penumpang yang turun dari pesawat akan melewati pemeriksaan suhu tubuh. Sebagian pengunjung memang ada yang masih menggunakan masker, namun banyak juga yang tak memakai.
ย
Hal serupa juga terlihat di pasar dan pusar perbelanjaan. Warga terlihat sudah beraktivitas seperti biasa. Orang-orang yang berlalu-lalang di kawasan padat juga seperti tak khawatir dengan wabah ini. Mereka beraktivitas normal dan sebagian tidak memakai masker. Uniknya adalah di setiap sudut keramaian terlihat pencuci tangan (hand sanitizer)ย yang bisa dipakai oleh warga yang melintas.
Kasus MERS pertama di Korsel berasal dari seorang pengusaha 68 tahun yang baru pulang dari perjalanan bisnis ke Arab Saudi. Pengusaha ini sempat mendatangi empat rumah sakit, hingga menularkan kepada pasien dan petugas medis lainnya, sebelum dinyatakan positif terinfeksi MERS pada 20 Mei lalu. Setelah itu muncul pasien lain dan hinggaย Sabtu (27/6) total korban meninggal akibat MERS di Korsel berjumlah 32 orang. (slm/ega)











































