Cerita Danyon 462 Paskhas Sebelum Melepas Pasukan Naik Hercules

Cerita Danyon 462 Paskhas Sebelum Melepas Pasukan Naik Hercules

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 15:04 WIB
Cerita Danyon 462 Paskhas Sebelum Melepas Pasukan Naik Hercules
Letnan Kolonel (Psk) Solihin, Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas. (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Batalyon Komando 426 Paskhas Pulanggeni di Pekanbaru kehilangan 10 prajurit terbaiknya dalam musibah jatuhnya Hercules di Medan. Ini sekelumit cerita sang komandan sebelum tragedi nahas itu terjadi.

Letnan Kolonel (Psk) Solihin adalah Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas. Dua hari sebelum kejadian, dia mengaku badannya terasa lemas dan tidak bersemangat.

"Hari itu hari Minggu, badan saya lemas, saya banyak menung, tapi tidak tahu apa yang saya menungkan. Saya merasa risau, tapi tak tahu apa yang saya risaukan," kata Solihin dalam perbincangan dengan detikcom di Pekanbaru, Rabu (1/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi rupanya, pertanda dari kegelisahan terjadi pada Selasa (30/6) siang. Sebanyak 10 anggota Paskhas menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan.

"Begitu siang dapat kabar, saya langsung terdiam. Saya pikir mungkin inilah jawaban mengapa dua hari sebelumnya badan saya lemas, pikiran saya banyak menerawang tak jelas," kata Solihin.

Dia menjelaskan, sebenarnya ada 20 prajuritnya yang tugas untuk pengamanan Satuan Radar (Satradar) di Dumai, Riau dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Saat berangkat dari Pekanbaru ke Dumai, 10 anggota pasukan diturunkan. Sedangkan 10 prajurit lainnya jadi korban di Medan.

"Sebelum berangkat prajurit saya sempat curhat soal Lebaran. Maklum mereka tugas di Tanjung Pinang jauh dari Pekanbaru. Saya sampaikan, bahwa sebagai prajurit harus menjalankan perintah dan tugas. Kalian adalah prajurit terbaik saya. Dan ternyata itu kalimat terakhir saya berkomunikasi dengan mereka," kata Solihin.

Masih cerita Solihin, sejumlah prajuritnya yang tewas dalam musibah jatuhnya Hercules, sempat menitip pesan ke sama anggotaย  untuk menjaga keluarganya.

"Jadi sebelum mereka naik ke dalam pesawat, ada di antaranya menitipkan pesan untuk menjagakan anak istrinya. Alasannya mereka mau pergi jauh," kata Solihin.

Kesepuluh anggota Paskhas yang berada dalam pesawat nahas itu yakni Sertu Irianto Sili, Serda Sugianto, Kopda Mujiman, Kopda Saryanto, Kopada Eria Ageng, dan Kopda Dani SW. Kemudian Pratu Sepridono, Pratu Warsianto, Pratu Ardianto Wibowo, dan Pratu Rudi Hariyono. Sebagai perlambang duka, bendera setengah tiang dipasang di markas pasukan khusus itu. (cha/rul)


Berita Terkait