"Ini bagi masyarakat awam tidak terpengaruh," kata Prof. Djamaluddin saat dihubungi Senin (29/6/2015) malam.
Fenomena ini merupakan fenomena yang sudah berulang kali. Djamaluddin menyebutΒ penambahan satu detik ini dilakukan untuk menyesuaikan standar waktu yang digunakan yakni jam atom dengan waktu matahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan detik menurutnya disisipkan pada akhir tanggal 30 Juni, atau akhir 31 Desember. Terakhir terjadi pada 30 juni 2012.Β Penyisipan detik kabisat dilakukan karena putaran bumi di sumbunya semakin melambat.
Menurut Djamaluddin, penyesuaian kembali dilakukan hari ini sesuai dengan keputusan Pusat Rujukan Sistem dan Layanan Rotasi Bumi di Paris. "Mereka meneliti jam matahari dengan jam atom, ketika ada perbedaan 1 detik, maka diumumkan detik kabisat," tuturnya.
Detik kabisat berlaku untuk satu hari ini saja, dan mungkin akan disisipkan kembali dengan rentang waktu sekitar 18 bulan ke depan.Β "Hanya satu detik pada peralihan tanggal 30 Juni ke 1 Juli. Ini satu hari saja dilakukannya," sambungnya.
Djamaluddin menyebut tidak ada sesuatu yang mungkin bisa kacau akibat penyisipan 1 detik ini. Sebab diyakini operator terkait sistem komputerisasi sudah mempersiapkan sebelumnya.
"Mungkin ada beberapa sistem yang tergantung pada waktu yang menggunakan ketelitian detik itu akan terganggu. Tapi semua operator yang terakhir dengan waktu itu sudah melakukan antisipasi," katanya. (fdn/kff)











































