"Selama dalam aktivitas membuka internet, jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dsb. Itu tidak ada unsur-unsur yang membatalkan puasa, hal itu boleh-boleh saja dilakukan. Bukankah saat ini banyak sekali orang yang memanfaatkan kemudahan internet untuk saling menasihati dalam kebaikan. Tetapi kalau melalui internet Anda melihat gambar atau film yang dapat mengundang birahi, nilai puasa Anda bisa berkurang, bahkan bisa jadi tidak bernilai sama sekali. Puasa tidak batal, teruskan sampai waktu berbuka. Demikian, wallahu a'lam," demikian kata Muhammad Arifin dari Dewan Pakar Pusat Studi Alquran.
Lalu bolehkan tidur lagi setelah sahur dan salat subuh?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kedua hadis tersebut Anda dapat melihat buku Dha'if at-Targhib, Kitab al-Buyuβ wa Ghairiha. Ada lagi hadis lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah yang maknanya "Umatku diberi berkah di pagi hari". Itu pun dinilai isnadnya lemah. Demikian, wallahu a'lam." tambah Ali Nurdin.
Pertanyaan di atas kerap dilontarkan sejumlah pembaca dalam forum question and answer detikRamadan setiap tahunnya. Untuk tahun ini kami menampilkannya dengan cara berbeda. Sejumlah pertanyaan dan jawaban sudah dirangkum di halaman khusus yang mengulas hal tanya jawab seputar puasa.
Anda bisa mengakses 25 tanya jawab seputar puasa di sini. (slm/mad)











































