"Biasa, saya mengantar berkas yang dibutuhkan oleh penyidik. Tentunya saya sudah berikan berkas itu dan mudah-mudahan bisa membantu mengungkap kasus-kasus yang ada," kata Lulung di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (29/6/2015).
Namun, dia kembali menolak menyebutkan secara jelas berkas apa yang sekarang disodorkannya ke penyidik di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dia hanya menyebut berkas yang kali ini dibawanya berbeda dengan berkas pekan lalu yang juga dia berikan ke penyidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Lulung sedikit memberi bocoran bila berkas yang dibawanya itu terkait dengan dugaan korupsi yang tengah diusut Bareskrim, yaitu soal UPS, scanner, dan printer.
Bila dari dari data yang diberikan oleh Lulung penyidik menemukan ada dugaan korupsi di luar tiga kasus yang tengah diusut, Lulung mengancam akan panggil Gubernur DKI Jakarta.
"Kita tunggu saja. Kalau terus terjadi ada dugaan korupsi di pemerintahan daerah kami wajib memanggil Pak Gubernur, kenapa ini terus menerus ada dugaan korupsi? Pasti akan saya panggil nanti itu bersama temen-teman," ujarnya. (ahy/dhn)










































