Sedangkan Saldi yang sebelumnya dirawat di RS Islam Pondok Kopi kini sudah diperbolehkan pulang.
"Itu bukan perampokan tapi penganiayaan berat. Sejauh ini korban sudah diperbolehkan pulang," ujar Kapolsek Duren Sawit Kompol Johanes usai rilis hasil operasi penyakit masyarakat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku nggak terima lalu meminta korban pinggirkan kendaraan. Ketika itu pelaku menunjukkan senjata apinya di pinggang sementara korban yang mengeluarkan HP dikira pelaku hendak menelepon seseorang padahal dia hendak mengambil foto dengan HP. Pelaku tanpa basa-basi langsung menembakkan senjata api ke paha kiri korban," paparnya didampingi Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit Iptu Sutikno.
Proyektil peluru kini telah diangkat dari tubuh korban. Kapolres Jaktim Kombes Umar Faruq sebelumnya memastikan peluru itu berukuran 38 mm.
"Nanti saja kita tunggu hasil laboratorium. Kalau dari proyektil saja kita tidak bisa menyimpulkan apa-apa," ucap Umar Sabtu (27/6/2015) lalu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/6/2015), sekitar pukul 17.00 WIB di jalan RS Soekanto tepatnya di depan SPBU Pertamina. Sumber di kepolisian menyebutkan, lantaran hanya menegur pemotor Honda Beat yang bertindak ugal-ugalan di jalan raya, Saldi Putra yang mengendarai Honda Revo malah mendapatkan timah panas. Pelaku langsung meninggalkan Saldi yang sudah bersimbah darah di tengah jalan.
(ed/nwy)











































