Presiden Sambut Baik Pembebasan 2 Wartawan Metro TV

Presiden Sambut Baik Pembebasan 2 Wartawan Metro TV

- detikNews
Senin, 21 Feb 2005 15:04 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik pembebasan dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto dari penyanderaan Faksi Tentara Mujahidin Irak. Presiden mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat upaya pembebasan itu. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda jumpa pers usai melakukan pertemuan dengan Presiden, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (21/2/2005). "Presiden menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak baik di dalam mapun di luar negeri yang dengan caranya masing-masing ikut mengimbau agar kedua wartawan itu dibebaskan," kata Menlu.Deplu, kata Hassan, masih akan berusaha mengkonfirmasikan lebih lanjut kebenaran berita dibebaskannya Meutya dan Budiyanto. "Sampai detik ini kami belum memperoleh kepastian di mana dan kepada siapa dua warga kita akan diserahkan," kata Menlu.Menlu mengaku telah menerima informasi pembebasan itu dari fax kantor perwakilan berita AFP di Baghdad. Di dalam fax itu,juga dimuat statemen dari penyandera tentang alasan dibebaskannya kedua wartawan Metro TV itu.Selain, fax dari AFP, Deplu juga mendapatkan berita pembebasan itu dari Dubes RI di Qatar dan jaringan TV Al-Jazeera. Namun semua berita pembebasan itu tidak menyertakan secara detail kapan, di mana dan kepada siapa mereka akan diserahkan. Menlu mengingatkan, dalam kasus penyanderaan di Irak, berita pembebasan tidak langsung disertai dengan pelepasan. Unit Penanggulangan Krisis (UPK) Deplu di Aman dan Qatar menerima kabar kedua wartawan akan dilepaskan di sebuah masjid milik organisasi Al Hayat Al Ulama Al Muslimin. Namun saat dikonfirmasi ke masjid yang bersangkutan ternyata pengurusnya belum mengetahui hal itu.Informasi lain menyebutkan kedua sandera akan diserahkan di Gedung KBRI di Baghdad yang sejak pendudukan sudah tidak aktif. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan itu, tim UPK bersama PMI telah berkoordinasi dengan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab. Bulan Sabit Merah itu mempunyai kantor perwakilan di Baghdad. Lembaga itu pula yang dulu ikut terlibat dan memfasilitasi penyerahan sandera Chasingkem dan Istiqomah. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads