Dinas Kebakaran Kota Surabaya memiliki skylft pada akhir 2014 lalu. Mobil seharga Rp 22 miliar ini bisa menjangkau gedung setinggi 55 meter atau sekitar 12 lantai. Selain penyemprotan, alat paling canggih di Dinas Kebakaran ini dipakai untuk penyelamatan korban yang terjebak di ketinggian.
"Itu sangat berguna untuk gedung-gedung tinggi karena bangunan di Surabaya banyak yang bertingkat. Selain itu, juga safe untuk membawa korban," kata Risma beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain alat, Dinas Kebakaran juga me-refresh personel. Pada 2012 lalu, mereka membentuk Srikandi Baruna. Tim ini beranggotakan belasan perempuan yang bertugas memadamkan api dan menyelamatkan korban kebakaran.
Srikandi Baruna melengkapi tim Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang terdiri dari tim rescue, tim huru-hara, dan tim logistik.
Pada peringatan Hari Pemadam Kebakaran Nasional tahun ini, tepatnya 2 Maret 2015, anggota Srikandi Baruna tampil dalam simulasi memadamkan api di halaman Balai Kota Surabaya. Juga ada simulasi evakuasi korban kebakaran dengan cara repling atau turun dari tali sambil membawa korban. Sigap dan tepat seperti semboyan tim pemadam: pantang pulang sebelum padam. (ugik/try)










































