Polisi Lakukan Tes DNA Sperma Terhadap Korban Pembunuhan Sadis di Ciledug

Polisi Lakukan Tes DNA Sperma Terhadap Korban Pembunuhan Sadis di Ciledug

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 07:06 WIB
Polisi Lakukan Tes DNA Sperma Terhadap Korban Pembunuhan Sadis di Ciledug
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kota AKBP Sutarmo
Jakarta - Polisi masih mengusut kasus kematian korban pembunuhan sadis di Ciledug PMS (13). Tes DNA dari sperma yang ditemukan pada kemaluan korban diulang karena tes yang pertama tak berhasil.

"Kalau (tes DNA sperma) yang pertama gagal. Mungkin bukan gagal ya, tapi belum muncul," kataย  Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kota AKBP Sutarmo saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2015).

Menurut Sutarmo, tes DNA sperma pada umumnya hasilnya memang baru keluar dalam waktu sebulan. Namun pihaknya meminta hasil tes itu dipercepat menjadi 2 minggu agar kasusnya cepat terungkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena tes yang pertama belum membuahkan hasil, polisi pun kembali melakukan tes DNA sperma kedua. Hasil tes ini menurut Sutarmo diperkirakan baru keluar minggu depan.

"Jadi sampai sekarang saya nyatakan belum ada hasilnya (tes DNA sperma). Kira-kira hasilnya minggu besok baru keluar," tegasnya.

Polisi, lanjut Sutarmo, juga tengah memeriksa kejiwaan kakak korban MR (17) yang merupakan saksi kunci peristiwa pembunuhan sadis ini sejak Selasa (23/6) kemarin. Hal itu dilakukan karena menurut dokter yang merawat, keterangan MR sering berubah-ubah.

Awalnya MR memang menyebut pelaku penyerang dirinya dan adiknya adalah seorang pria berbadan besar, tinggi, dan memakai masker. Namun belakangan kepada dokter, MR menyebut pelakunya adalah jin. Keterangan itu tentu amat janggal.

"Pengakuan dokter pertama dan kedua, keterangannya dia (MR) tidak stabil. Kadang bicara A, kadang B. Dari situ ada gejala, kemudian disarankan kita periksa kejiwaannya," jelas Sutarmo.

"Keterangan MR pada dokter di RS Polri juga berubah-ubah. Kadang dia bilang pelakunya besar tinggi hitam. Lain waktu lagi, pelakunya jin. Itulah kayaknya agak terganggu kejiwaannya, sehingga kita lakukan tes kejiwaan," sambung Sutarmo menegaskan.

Hasil tes kejiwaan MR tersebut menurut Sutarmo baru keluar 2-3 hari ke depan.

Sutarmo tidak menampik kasus ini memang cukup pelik untuk dituntaskan. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan berbagai pembuktian-pembuktian.

"Sampai sekarang belum ditemukan bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka. Intinya Itu. Semua masih dalam proses. Semua diuji kebenaran, semua dikroscek dalam rangka mengacu penyidik mencari bukti kuat," imbuh Sutarmo.

"Kasus ini memang agak sulit. Saksi TKP tidak ada (selain MR), sehingga kita mencari bukti-bukti secara scientific investigation. Itu perlu waktu prosesnya," sambung Sutarmo menegaskan.

PMS dibantai secara sadis pada Minggu (7/6/2015) lalu di rumah kontrakan keluarganya di Gang Haji Ridi Sumardi, Jalan Masjid Al Baido, RT 03 RW 05 Kampung Dukuh, Kelurahan Sudimara, Kota Tangerang, Banten. Ia ditemukan tewas di depan kamar mandi dengan luka tusuk di leher.

Awalnya beberapa warga Kampung Dukuh mendengar ada suara minta tolong sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah dicari, suara itu ternyata suara MR yang tergeletak di depan pintu kontrakannya dengan luka tusuk di leher.

Saat itu kepada warga, MR mengatakan ada seorang pria bertubuh besar dan bermasker yang menyerang dia dan adiknya. Ketika dicari warga melihat PMS sudah tergeletak bersimbah darah dengan posisi telungkup di depan pintu kamar mandi. (hri/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads