Ibu Samara, Rachel Muir pertama kali mengungkapkan rasa frustasinya terkait peristiwa itu di Facebook. Saat ini, status Facebook Rachel itu sudah di-share ribuan kali.
"Putriku menangis saat kami sedang di Watergardens untuk kegiatan Frozen setelah seorang ibu dan dua anak perempuannya berkata pada putriku, mengapa dia memakai kostum padahal Anna dan Elsa tidak hitam dan hitam adalah jelek dan kamu hitam," tulis Rachel di akun Facebook-nya seperti dikutip, Selasa (23/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada media Australia, Rachel menceritakan kembali kisah yang menimpa Samara itu. Dia tak habis pikir mengapa insiden itu masih terjadi di Melbourne yang dikenal sebagai kota multiras.
"Kami di Melbourne, salah satu tempat paling multikultural di dunia. Saya tidak bisa percaya," ucap Rachel seperti dikutip dari news.com.au.
Insiden ini membuat Samara merasa malu akan warna kulitnya dan enggan datang ke latihan rutin tari Aborigin. Dia pun mempertanyakan perbedaannya dengan anak-anak lain.
"Saat saya bertanya mengapa dia tidak mau datang, dia menunjuk kulit di lengannya dan bertanya mengapa dia hitam. Saya katakan karena Tuhan memberimu warna kulit, karena kamu adalah 'blackfella' yang membanggakan seperti ibu," ucap Rachel.
Sejak bicara kepada media, Samara dan Rachel mendapat ratusan pesan dukungan secara online. Samara diundang untuk tampil di Disney on Ice Dare to Dream dan rapper Adam Briggs mengajaknya tampil di video klip terbarunya.
Setelahnya, hal-hal hebat terjadi dalam hidup Samara. Kaget dengan insiden itu, Australia pun menganugerahi gelar ratu untuk Samara. Bocah itu bahkan tampil di halaman depan koran The Courier dan dia menerima surat penggemar dari seluruh dunia. 'Global hug for Samara' demikian judul halaman depan koran tersebut.
We love you, Samara!
One of the happier front pages in a long time: http://t.co/PTdSxYPFaD #Ballarat @FairfaxRegional pic.twitter.com/6ezpjoU0Ws
— The Courier (@ballaratcourier) June 17, 2015(imk/mad)











































