Pantauan detikcom, Jumat (19/6/2015) sudah tak tampak lagi jajaran pedagang timun suri. Hanya terlihat beberapa saja yang masih bertahan karena sedang ada pembangunan jalan tol Becakayu. Ruas jalan pun diperlebar ke sisi kiri aliran sungai Kalimalang.
"Di sini yang jual timun suri cuma saya sendiri (sekarang)," ujar salah seorang penjual timun suri yang masih bertahan, Atang saat berbincang di tepi jalan yang kini sudah tak rindang lagi oleh pepohonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu kilonya saya jual Rp 10 ribu. Sekarang banyak yang enggak berani jualan karena modalnya besar. Ini saja saya ambil dari Kampung Gabus harganya Rp 7 ribu itu belum ongkos belum kuli buat angkut ini," papar dia.
Atang sendiri mengaku sudah hampir tiga hari terakhir ini belum menjual daganganya. Dia pun terancam gulung tikar apabila dagangannya tak kunjung laku.
"Enggak mengerti tahun ini sepi sekali yang beli. Apa karena terlalu mahal? Enggak mengerti juga," ungkap dia lirih. (bag/ahy)











































