Indonesia Siap Bantu Malaysia Kejar Perompak Kapal Orkim yang Diduga WNI

Indonesia Siap Bantu Malaysia Kejar Perompak Kapal Orkim yang Diduga WNI

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2015 00:07 WIB
Indonesia Siap Bantu Malaysia Kejar Perompak Kapal Orkim yang Diduga WNI
Jakarta - Kapal tanker berbendera Malaysia, Orkim Harmony yang membawa BBM senilai Rp 75 mliar menjadi sasaran perompak di perairan Malaysia. Di antara para perompak itu diduga ada yang merupakan Warga Negara Indonesia.

Apa tanggapan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno?

Tedjo mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi soal perompakan itu. "Secara khusus belum, tapi akan sampai juga laporan itu," ujar Menko Tedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencegah aksi perompakan, lanjut Tedjo, aparat penegak hukum di laut perlu dperkuat. Seperti TNI AL, Polairut dan Badan Keamanan Laut.

"Harus diperkuat untuk menghadapi perompak," kata Tedjo.

Terkait dengan adanya dugaan WNI yang jadi perompak kapal itu, Tedjo mengatakan, jika terbukti maka perompak itu harus menjalani hukuman tegas, tidak ada toleransi.

"Tentu ada aturan hukum yang berlaku. Itu dari kepolisian, yang akan menyidik masalah ini. Tentu sanksi dan hukuman akan jelas dan tegas terhadap perompak," kata Tedjo.

Tedjo juga mengatakan, pemerintah Indonesia siap bekerjasama dengan pemerintah Malaysia dalam mengejar perompak itu.

"Masalah kejahatan kita bisa kejar bekerjasama dengan negara lain. Pengejaran tidak terputus. Ini kita bisa kerjasama dengan Malaysia untuk kejar perompak. Itu ada di perjanjian antarnegara, kalau itu masalaah kejahatan akan kita bantu atasi. Kita tidak tolerir upaya kejahatan di mana pun," tegas Tedjo.

Kapal tanker Orkim Harmony membawa BBM setara pertamax plus senilai Rp 75 miliar. Saat ini kapal tengah menuju ke Pelabuhan Kuantan, Malaysia, dengan dikawal kapal perang AL Malaysia. Perompak telah kabur dengan sekoci dan melepas kapal beserta 22 ABK itu pada Jumat dini hari.

(jor/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini