Grace Natalie Buka-bukaan Soal Sumber Dana Awal PSI

Grace Natalie Buka-bukaan Soal Sumber Dana Awal PSI

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 14:14 WIB
Grace Natalie Buka-bukaan Soal Sumber Dana Awal PSI
Jakarta - Mengejar mimpi memperbaiki citra partai politik di mata rakyat, presenter cantik Grace Natalie mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mengusung keterbukaan, Grace pun tak segan mengungkap sumber dana pengusung partainya.

"Dana masih sangat minim. Ada penyumbang tapi nggak berarti dapat tiket dari PSI. Dana kita nggak banyak tapi paling nggak ada yang kita alokasikan ke daerah. Meski begitu pengurus kita di daerah buat atribut sendiri, nyetak sendiri, saya benar-benar kagum dengan semangat anak-anak muda ini, verifikasi pun mereka mau kerja keras," kata Grace saat berbincang santai dengan detikcom di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015).

Tak dipungkiri parpol tak bisa bergerak tanpa dukungan dana. Pada awal pendirian PSI, Grace dkk sempat mendatangi sejumlah pengusaha.

"Yang menurut kita usahanya putih, bukan yang abu-abu. Ada pengusaha retail, pariwisata, dan lainnya. Tidak sampai 10 pengusaha yang menyumbang berupa dana. Memang tidak begitu besar maka kita hemat-hemat, makanya kita tidak iklan di televisi," papar Grace.

Grace kemudian membuka motivasi para pengusaha mau menyumbang untuk partainya itu. Ternyata para pengusaha itu tidak mengincar posisi atau jabatan penting melalui PSI.

"Memang orang-orang ini punya kesadaran politik, jadi tidak ada take and give, kita tidak janjikan kursi, kita nggak mau begitu. Tapi kalau kondisi ekonomi melambat memang yang rugi semuanya,Β  jadi mereka cuma butuh kepastian iklim usaha yang baik jadi bisnis mereka bagus," kata Grace sembari tersenyum.

"Apa mereka support partai lain, wajar saja pengusaha tanam di banyak parpol," lanjut Grace.

Ke depan Grace ingin membangun cara baru mengumpulkan dana untuk partai. Dia mengundang partisipasi publik yang sangat yakin dengan langkah PSI mengusung perubahan.

"Jadi partisipasi publik. Kartu anggota itu kita ingin tarik iuran tahunan seperti kartu kredit. Kita sedang memikirkan benefit apa yang bisa diperoleh anggota. Misalnya kita kerjasama sama vendor makanan untuk diskon dan lainnnya. Atau mereka boleh datang ke kongres sebagai observer. Jadi sasaran kita memang kelas menengah," kata Grace sembari memaparkan dirinya akan melibatkan pihak ketiga untuk mempersiapkan kartu semacam itu.

(van/nrl)


Berita Terkait