33 Biawak Dari Kroasia Masih Ditahan di Bandara

33 Biawak Dari Kroasia Masih Ditahan di Bandara

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2005 20:05 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 33 ekor biawak zamrud (Varanus Prasinus) asal Indonesia yang baru saja dikembalikan dari Kroasia saat ini masih ditahan di karantina Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Kantor Balai Besar Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta sampai saat ini belum bersedia menjelaskan alasan hewan tersebut masih ditahan."Kita tidak tahu apa alasan pihak kantor karantina hewan di bandara masih menahan biawak-biawak tersebut, padahal sebelumnya sudah sanggup segera mungkin dipindahkan ke PPS Cikananga Sukabumi."Demikian dikatakan Faisal, anggota Jaringan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Indonesia kepada wartawan di kantor Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) di Sendangsari Pengasih Kulon Progo, Sabtu (19/2/2005).Faisal mengatakan pihaknya mengkhawatirkan bila terlalu lama dikarantina di Bandara kondisinya semakin lemah dan tempat penampungan untuk 33 ekor biawak zamrud itu tidak memadahi."Kami juga memperoleh informasi, biawak-biawak itu telah berkelahi satu sama lain. Ini adalah salah satu contoh akibat dari cara penyimpanan satwa dan kondisi fasilitas yang tidak layak," katanya.Menurut dia, 33 ekor biawak yang diselundupkan ke Kroasia itu kemudian dibawa melalui jalan darat menuju Vienna Austria pada tanggal 16 Februari lalu dan tiba di Bandara Soekarno Hatta Kamis (17/2/2005) pukul 17.15 WIB.33 biawak itu menempuh perjalanan selama lebih dari 36 jam dari Austria menuju Indonesia via Amsterdam dan Singapura. Namun setiba di Soekarno Hatta dengan alasan prosedur, 33 ekor satwa langsung dikarantina pada hari Kamis malam.Padahal pada hari Jumat kemarin seluruh persyaratan dokumen karantina di Bandara Sukarno-Hatta telah dipenuhi, termasuk rekomendasi pengiriman dari Badan Karantina Hewan, Departemen Pertanian tetap satwa tetap ditahan."Kami menyayangkan penahanan ini, karena nasib satwa-satwa tersebut menjadi taruhannya. Melihat karakter biawak zamrud yang agresif, serta kondisinya yang lemah setelah menempuh penerbangan yang panjang. Selain itu fasilitas di Stasiun Karantina Airport Jakarta tidak cukup memadai bagi usaha menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan satwa-satwa tersebut bila terlalu lama ditempat karantina," tegas Faisal. (fab/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini