Begini Wajah Dolly setelah Ditutup

Revolusi Kota

Begini Wajah Dolly setelah Ditutup

Zainal Effendi - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 09:55 WIB
Begini Wajah Dolly setelah Ditutup
dok
Surabaya -

Biasanya, penutupan lokalisasi hanya formalitas, hanya seremoni. Sebab, setelah ditutup, aktivitas di dalamnya tetap. Bagaimana dengan Dolly yang resmi ditutup setahun lalu?

Malam belum larut saat detikcom melintas pekan lalu. Jalan raya di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, ramai oleh kendaraan. Kondisi berbeda terlihat di jalan sepanjang 150 meter yang dulu dikenal sebagai 'Gang Dolly'. Hanya satu dua kendaraan yang lewat.

Di kanan kiri jalan, ada beberapa orang nongkrong. Rumah-rumah yang terletak berhimpitan sepi seperti tak berpenghuni. Suasana redup, karena sebagian besar tak menyalakan lampu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak terdengar ingar-bingar dentum musik. Tak terlihat perempuan-perempuan ber-hot pants duduk di etalase menunggu pria hidung belang. Di beberapa gang, terlihat pria berseragam polisi, TNI, dan Satpol PP. Sebagian duduk-duduk, sisanya berjalan di sekitar kawasan.

Dolly sudah berubah. Setelah ditutup menjelang Ramadan tahun lalu, tepatnya Rabu, 18 Juni 2014, wisma tempat perempuan mangkal sepi. Para penghuni hengkang.

Dari 10 wisma yang ditawarkan ke Pemkot Surabaya, 1 yang lebih dulu deal yakni Wisma New Barbara atau Barbara 2. Bangunan itu kini resmi menjadi aset pemkot setelah diperoleh kesepakatan jual beli seharga Rp 9 miliar.

Wisma yang berlantai enam dan terdapat fasilitas lift-nya itu kini sudah beralih fungsi menjadi pusat pelatihan warga terdampak penutupan serta posko terpadu petugas gabungan Garnisun Tetap (Gartap) III Surabaya, Polrestabes Surabaya, Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya.

"Sesuai rencana pasca menjadi aset pemkot, gedung ini dijadikan pusat pelatihan, pemberdayaan, dan sentra kerajinan warga sekitar," kata Camat Sawahan, Yunus, Senin (15/6/2015).

Wisma milik Saka ini hingga kini masih direnovasi secara berkelanjutan oleh pemkot. "Tiap lantai itu kan sebelumnya berbentuk kamar kamar dan itu direnovasi menyeluruh," imbuh mantan Sekretaris Kecamatan Tambaksari ini.

Setelah menutup, tantangan berikutnya adalah menata ulang. Maklum, eks Dolly berkembang pesat. Bukan hanya soal fisik bangunan atau wisma, melainkan warga dan kehidupannya. Dan hal itu tentu sulit diselesaikan dalam waktu setahun. Yang jelas, 'kawasan merah' itu mulai berubah.

(ze/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads