"Masih diperiksa oleh labfor," kata Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (13/6/2015).
Polisi juga akan mencocokkan darah yang ditemukan di kamar Margriet dengan darah yang ada di kamar Agustinus Tai, pembantu rumah tangga yang ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan terhadap Angeline tersebut.
Polisi telah memeriksa 13 saksi terkait peristiwa ini. Di antaranya adalah Margriet dan kedua putrinya yang merupakan kakak tiri Angeline, yaitu Yvonne dan Christina. Pemeriksaan yang dilakukan kepada ketiganya pada Jumat (12/6) kemarin dilakukan untuk mencocokkan keterangan Agustinus yang menyebutkan bahwa Margriet lah yang memerintahkan untuk menggali lubang tepat di kandang ayam belakang rumah miliknya. Dan menurut Agus, lubang itu sengaja sudah dibuat seminggu sebelum Angeline dinyatakan hilang.
Meski banyak pernyataan yang berbeda dari keduanya, pihak kepolisian menyatakan hingga kini belum ada rencana untuk mempertemukan dan mengkonfrontir pernyataan Agus dengan Margriet. "Kita cocokkan karena dalam keterangan, Agus menyebutkan jika yang menyuruh menggali lubang ialah Margrieth. Alasannya untuk mengubur kotoran ayam dan ini dilakukan seminggu sebelum Angeline dilaporkan hilang. Tapi pernyataan keduanya belum di konfrontir," imbuhnya.
Polisi juga belum menemukan bukti baru terkait penyelidikan kasus pembunuhan bocah usia delapan tahun itu, termasuk untuk menetapkan tersangka baru selain Agus, mantan pembantu rumah tangga Margriet. Sementara itu, ibu angkat dan kedua saudaranya Angeline hingga kini masih dinyatakan sebatas saksi dan belum ditetapkan status hukumnya.
(khf/kha)










































