“Sedih banget. Gimana nggak shock, saya sering ngepangin rambutnya. Saya sempat nangis pas lihat di televisi tadi,” jelas seorang ibu tetangga rumah ibu angkat korban di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (10/6/2015).
Ibu yang tak mau disebutkan namanya itu bahkan kerap menjemput dan mengantarkan Angeline ke sekolah karena anaknya bersekolah di tempat yang sama.
“Saya tuh suka jemput dan antar dia karena satu kelas sama anak saya dan setiap anter dia emang selalu bau tahi ayam, kalau ditanya dia diam saja nggak pernah jawab," ujar ibu itu.
Seorang tetangga yang lain, Sudarmi, juga merasa sedih atas kisah tragis yang dialami Angeline.
"Saya sangat kecewa dan sedih. Bagi ibu, kalau punya anak disayangi,” tutupnya.
Angeline hilang sejak 24 hari lalu. Siang tadi sekitar pukul 11.30 Wita, jasadnya ditemukan terkubur. Angeline adalah anak angkat Margriet dan seorang pria bule. Setahun lalu ayah angkat yang pria bule meninggal dunia. Angeline diadopsi sejak berumur 3 hari. Saat itu dia kemudian tinggal bersama keluarga Margriet. Ibu asli Angeline asal Banyuwangi bernama Hamidah, dia menyerahkan anaknya untuk diadopsi karena alasan ekonomi.
(spt/ndr)











































