KSAL Ingin Obsesinya Terwujud
Jumat, 18 Feb 2005 23:11 WIB
Jakarta - KSAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh menginginkan penerusnya melanjutkan obsesinya agar TNI AL menjadi armada yang besar di Indonesia. Selain itu, TNI AL menjadi kuat di kawasan Asia-Pasifik.Demikian disampaikan oleh Sondakh dalam jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta, Jumat (18/2/2005). Dalam jumpa pers tersebut Bernard didampingi penggantinya Laksamana Madya TNI Slamet Soebiyanto yang telah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pagi tadi."Obsesi saya jelas, seperti yang telah saya sampaikan dalam setiap pengarahan kepada prajurit terendah sampai atas bahwa kita harus membangun TNI AL yang lebih besar dan kuat. Paling utama, untuk mengamankan laut Indonesia yang menjadi jalur perdagangan Asia-Pasifik, sehingga AL kita harus besar untuk mengamankan jalur ini," jelas Sondakh. Guna mencapai obsesinya itu, lanjut Sondakh, saat menjabat KSAL selama 2 tahun 10 bulan dirinya telah membuat blue print TNI AL 2013 yang dilakukan secara bertahap, yakni 2003, 2007, 2010 dan 2013. Di setiap tahapannya, TNI AL terus melakukan perbaikan dan penambahan armada kapalnya dan peralatan tempurnya.Sementara, penggantinya Slamet Soebiyanto mengatakan obsesi TNI AL itu merupakan obsesi bangsa Indonesia. Namun untuk mengarah kepada AL Indonesia yang kuat memerlukan waktu dan perencanaan yang jelas dan berkelanjutan. "Apa yang telah dicanangkan oleh Pak Bernard Kent Sondakh ini kita perkuat lagi. Walau pemerintah belum bisa penuhi anggaran yang memadai, kita akan melakukannya dengan lebih prioritas dulu," kata Slamet.Dalam kesempatan tersebut, Sondakh juga mengucapkan terima kasih kepada media massa yang telah bekerja sama dalam memajukan TNI AL. Ia juga mengucapkan perpisahan dengan wartawan dan meminta agar penggantinya menjalin kerja sama dengan media massa yang telah terjalin selama ini dengan Mabes AL.Ketika ditanya apa yang akan dilakukannya setelah tidak lagi menjabat sebagai KSAL atau pensiun. Menurut Sondakh, dirinya akan menjadi petani di kampungya di Halmahera dan meneruskan hobinya membuat buku serta membangun rumah penampungan yatim piatu. "Ini bukan guyonan, saya ini besar dari pertanian di Halmahera, saya juga ingin menjadi petani lagi. Sejak tahun 1991, saya sudah membeli sebidang tanah di sana untuk saya tanam jagung dan lain-lain," kata Sondakh.
(rif/)











































