"Kita menghitung semuanya, baik yang mudik maupun yang ke sini (Jakarta) sekitar 2.400.000 tiket. Yang terjual masih sekitar 1.200.000 tiket kereta api. Itu semua untuk jarak jauh dan menengah," kata Direktur Komersial PT KAI Bambang Eko Martono di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (8/6/2015).
Dia menjelaskan, pada H-10 lebaran alias 7 Juli, penjualan tiket masih sekitar 30 hingga 40 persennya saja. Artinya, masih banyak tiket yang bisa dibeli.
"H-10 masih ada, tapi termasuk yang ‘contra-flow (arus balik ke Jakarta)'," kata Bambang.
Penjualan tiket untuk H-10 hingga H+10 rata-rata perhari mencapai 6 ribu hingga 7 ribu tempat duduk (seat). Bahkan dia menyebut masih ada juga tiket untuk hari H lebaran. Namun tiket untuk hari-hari favorit pemudik, yakni H-4, H-3 dan hari-hari dekat dengan lebaran, sudah ludes terjual.
"Kalau hari favorit sudah 100 persen (terjual)," kata dia.
Sayangnya Bambang tak memberi sinyal ketersediaan tiket tambahan untuk hari favorit pemudik. Bilapun ada, pasti akan diinformasikan. Namun sampai sekarang belum ada informasi itu.
"Ya nggak ada. Masa tambahan bisa beberapa kali?" ujarnya.
Tambahan tiket tergantung dari perbaikan kereta api yang bisa dilakukan Balai Yasa. Bila Balai Yasa memberikan tambahan gerbong, maka tambahan tiket bisa dilakukan.
Untuk pembelian tiket via-online, PT KAI menjamin tak bakal terjadi gangguan website pembelian kereta api lagi. Ini karena tiket hari-hari favorit sudah habis terbeli, jadi pemesan tiket sudah tak kelewat berjubel lagi.
"(Pembelian via-online) sudah normal lagi. Sudah bakal tidak terjadi lagi gangguan pemesanan tiket via-online," kata dia.
(dnu/ndr)











































