"Kami menghindari pragmatisme politik transaksional dan money politics," kata Yorrys saat berbincang dengan detikcom, Minggu (7/6/2015).
Partai Golkar, kata Yorrys, akan benar-benar memanfaatkan ajang pilkada serentak tahun ini untuk memgembalikan kejayaan partai. "Kami tidak tercatat dua kali dalam sejarah," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah kami tidak mau tercatat sejarah untuk kedua kalinya," kata Yorrys.
Bila tak ada 'mahar', lalu bagaimana pembagian biaya kampanye selama pilkada nanti?
Mengenai biaya kampanye selama pilkada, menurut Yorrys akan dibahas bersama antara tim juru runding kubu Agung Laksono, dan Aburizal Bakrie (Ical) pada Jumat, 12 Juni pekan depan.
Dalam rapat perdana dua tim penjaringan itu lah nanti akan dibahas lebih teknis mengenai penentuan calon kepala daerah dari Golkar, termasuk susunan organisasi tim, dan biaya selama pilkada. (erd/try)











































