Anjing herder tu tiba di lokasi pembunuhan sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (6/6/2015). Petugas langsung menggiringnya ke lokasi temuan mayat yang ada di samping rel kereta api.
Tak lama kemudian, Brando bergerak ke arah jalan raya, lalu kembali lagi ke lokasi pembunuhan. Tak lama, Brando bergerak menyeberang ke rel, lalu menuju Jl Raya Manggarai Utara, Jakarta Selatan.
Polisi menggunakan Brando untuk menelusuri rute pergerakan pemuda tersebut sebelum jatuh tersungkur di dekat pepohonan dan tembok. Hingga kini, penelusuran masih berlangsung.
Kapolsek Tebet Kompol I Ketut Sudarma mengungkapkan mayat pria yang mengenakan kaos warna merah dan celana jeans selutut warna krem ini ditemukan sekelompok anak yang tengah bermain layang-layang. Seorang anak sempat jatuh tepat di samping jasad itu.
"Ada mayat...ada mayat," kata Sudarma menirukan kesaksian anak-anak itu.
Warga sekitar berkumpul dan melaporkan ke Polsek Tebet. Aparat kepolisian lalu melakukan olah TKP sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kita belum berani menyimpulkan tetapi dugaan sementara, dia korban pembunuhan. Umur 20 tahun, laki-laki berambut keriting, tinggi 160 cm, dan berperawakan kurus," ujar Sudarma.
Menurut dia, pria malang itu juga mengalami sejumlah luka. "Jari tangan tengah hampir putus, telunjuk patah. Ada bekas sabetan. Kemungkinan korban melakukan perlawanan. Di TKP tidak ditemukan barang bukti lain kecuali berkas darah. Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, silakan melapor ke Polsek Tebet," kata dia.
(edo/mad)










































