Dr Majariana Krisanti sebagai salah seorang peneliti mengatakan, timbal yang tinggi di danau Lido telah menimbulkan kecacatan morfologi terhadap larva chironomid, yaitu larva sejenis serangga yang bentuk tubuh dewasanya mirip nyamuk tetapi tidak menggigit.
"Juga ditemukan kandungan Pb yang cukup besar (90,44 sampai 427,78 mg/L) dalam tubuh larva chironomid," terang Maja saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (6/6/2015).
Dalam penelitian yang digelar pada bulan Mei- Juni 2014, disimpulkan ada kandungan timbal (Pb) untuk area sawah 0,190 mg/L dan area keramba jaring apung sebesar 0,083 mg/L. Sementara batas aman baku mutu peruntukan kelas III dalam PP No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah 0,03 mg/L.
Lalu, apa dampak timbal yang masuk dalam kategori itu terhadap manusia?
"Secara alamiah kandungan Pb di air yang tidak terpolusi adalah di bawah 0,003 mg/L. Kami gunakan baku mutu dari PP tersebut untuk menyesuaikan dengan batasan yang dibuat pemerintah," jelasnya.
"Pada umumnya logam berat tidak langsung bersifat lethal (mematikan). Akan tetapi bersifat akumulasi pada tubuh organisme, dapat dilihat dari hasil penelitian kami. Selain itu bersifat teratogenik (menyebabkan kecacatan) seperti hasil penelitian kami pada larva chironomid. Kami tidak menelusuri lebih lanjut dengan jenis biota air lainnya. Demikian juga untuk manusia. Kehati-hatian diperlukan mengingat pengaruh Pb ini tidak langsung terlihat dalam bentuk kematian," sambung Maja.
Sejauh ini, Maja belum bisa memastikan dari mana sumber pencemaran timbal itu. Namun dari berbagai riset di tempat lain, kemungkinannya bisa bermacam-macam.
"Penelitian terhadap sumber Pb cukup banyak. Bisa secara alamiah maupun akibat kegiatan manusia. Dari kegiatan manusia antara lain aktivitas industri metal, aki, bahan kimia dalam proses pembuatan bahan bakar minyak, beberapa jenis cat, dan berbagai kegiatan lain," jelasnya.
Karena itu, Maja merekomendasikan agar masyarakat di sekitar danau lebih berhati-hati. Sifat timbal memang tidak langsung mematikan saat itu juga, namun bisa berdampak luas bila terakumulasi.
"Kembali lagi kehati-hatian harus kita kedepankan mengingat logam berat cenderung terakumulasi di tubuh organisme air," imbuhnya.
(mad/faj)











































