"Saya adalah kader Partai Golkar yang mencintai partai ini dan bercita-cita agar Partai Golkar makin berjaya di masa mendatang. Hanya dengan keutuhan, persatuan dan semangat mengabdi kepada rakyat dan bangsa lah, maka cita-cita menjaga kebesaran Partai Golkar akan terwujud," kata Novanto saat dihubungi, Kamis (4/6/2015). Sebelumnya Novanto mengikuti rapat pleno Fraksi Golkar di ruang KK2 Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Novanto mengingatkan Golkar dikenal memiliki kader-kader yang hebat yang mengutamakan sifat kenegarawanan. Di partai berlambang pohon beringin itu, demokrasi dijunjung tinggi dan perbedaan pendapat menjadi hal lumrah. Mengingatkan hal ini, Novanto mengajak tokoh-tokoh di Golkar bersatu demi mengembalikan kebesaran partai.
"Saya banyak belajar dari tokoh-tokoh besar seperti Pak Jusuf Kalla, ARB, Pak Akbar, Pak Agung dan lain-lain. Karena merekalah tokoh-tokoh yang besar itu. Merekalah para negarawan itu, yang akan membawa Golkar terus berjaya dengan persatuan," pungkas Novanto.
Saat ini Golkar sudah sepakat untuk islah sementara, demi keikutsertaan di pilkada. Namun islah itu rawan terusik dengan manuver kedua kubu yang sama-sama merasa unggul secara hukum di atas yang lain.
Kubu Agung merasa berhak menandatangani surat resmi pencalonan jagoan Golkar di Pilkada karena mengantongi putusan Mahkamah Partai Golkar dan Menkum HAM. Kubu Ical juga merasa memiliki hak itu, karena mengantongi putusan PTUN Jakarta yang membatalkan SK Menkum HAM dan putusan PN Jakarta Utara yang mengembalikan kepengurusan ke hasil Munas Riau 2009.
(trq/van)











































