Uniknya gua yang memiliki tinggi sekitar 75 meter itu ternyata pernah terendam air laut. Hal itu terbukti dari penampakan dinding batu yang berupa batu gamping atau batu kapur.
"Batu gamping ini kan terbentuk dari mineral calcite. Biasanya memang kan dari karang, karang sendiri adanya di laut. Jadi kemungkinan gua ini tadinya terendam air laut," kata salah seorang peneliti geologi Rahmat Setijadi saat berbincang dengan detikcom di Gua Batu Cermin, Flores, Rabu (3/5/2015).
Ketika menjelajahi lorong-lorong di dalam gua, memang terlihat bahwa dinding gua serta stalagtit dan stalagmit yang terbentuk merupakan karang laut. Namun tim belum dapat menentukan apa yang menyebabkan gua tersebut kini berada jauh posisinya dari laut.
"Sebenarnya ada dua teori yaitu ketika adanya gerakan tektonik yang menyebabkan posisi gua tersebut yang tadinya di dasar laut kemudian naik ke permukaan atau drop sea level, yaitu ketika tinggi permukaan laut yang menurun sehingga memunculkan gua tersebut ke permukaan," ujar Rahmat.
Rahmat menyebut tim memerlukan waktu yang lebih lama untuk meneliti hal tersebut. Selain itu, tim juga belum dapat memastikan usia gua tersebut lantaran hanya sekilas pandang saja ketika menelusuri gua itu.
Ketika menjelajah ke kedalaman gua, tim sesekali harus berjalan jongkok lantaran langit-langit gua sangat rendah. Namun ada ruangan sangat luas di kedalaman gua yang mampu menampung sekitar 50-an orang.
βNama Gua Batu Cermin sendiri sangat unik sehingga menimbulkan rasa penasaran. Namun sebenarnya di dalam gua tidak ada batu yang dapat digunakan untuk bercermin.
Di atap gua pun ada sebuah lubang yang membuat cahaya matahari dapat masuk ke dalam gua ketika tengah hari sekitar pukul 12.00 WIB.β Nama Batu Cermin itu tercipta karena dinding batu yang mengandung calcite itu akan berpendar ketika disiram cahaya matahari atau cahaya lampu senter.
(dha/ahy)











































