Agung Laksono: Kisruh Jakgung-DPR Miskomunikasi
Jumat, 18 Feb 2005 11:52 WIB
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono menyayangkan sikap emosional Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dalam rapat kerja gabungan dengan komisi II dan komisi III DPR RI, Kamis (17/2/2005) kemarin."Pejabat pemerintah seharusnya siap menerima kritik baik terbuka atau tertutup, halus atau tidak. Seharusnya, itu tidak ditanggapi dengan emosi. Kejadian kemarin karena miskomunikasi," kata Ketua DPR Agung Laksono di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/2/2005)."Jangan sampai emosionalitas menimbulkan ketegangan yang tidak perlu terjadi. Saya kira kejadian kemarin mungkin karena komunikasi dengan bahasa yang kurang dipahami. Tetapi itu tidak perlu ditanggapi secara emosi karena tidak akan menyelesaikan masalah," lanjutnyaApakah pernyataan kemarin bentuk DPR gerah kepada kejagung?"Jangankan DPR, presiden sendiri gerah sama mereka. Sebenarnya, kami inginkan penanganan korupsi bisa cepat dan bisa dilihat secara nyata. Oleh karena itu, digelar raker gabungan," demikian Agung Laksono.Kisruh Jakgung dengan DPR berawal dari salah seorang anggota DPR Anhar SE dari Fraksi Bintang Reformasi (FBR) mengibaratkan Jaksa Agung sebagai ustad di kampung maling. Pernyataan ini mengundang protes keras dari Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dan meminta Anhar mencabut pernyataannya.Buntut kisruh, jaksa agung dinilai melakukan contempt of parliament, penghinaan terhadap DPR.
(aan/)











































