Duh, Pencurian Kabel Listrik KRL Ternyata Sering Terjadi
Jumat, 18 Feb 2005 11:30 WIB
Jakarta - Pencurian kabel listrik aliran atas (LAA) sebagai sumber tenaga kereta rel listrik (KRL) ternyata sudah sering terjadi. Sejak November 2004 hingga Jumat (18/2/2005) ini saja tercatat ada enam kasus pencurian. Bagaimana PT Kereta Api mengantisipasinya?Kepala Humas Daops I dan Jabotabek PT KA Akhmad Sujadi menyatakan untuk mencegah terjadinya pencurian memang sulit dilakukan. Sebab jalur rel KRL banyak melewati tempat-tempat yang sepi yang tidak mungkin diawasi 24 jam sehari."Kita tidak mungkin nongkrongi 24 jam sehari semua jalur KRL. Jalur kereta kan melewati tempat-tempat sepi," ujar Sujadi dalam perbincangan via telepon dengan detikcom, Jumat 18/2/2005) pukul 10.30 WIB.Aksi pencurian yang terbaru, misalnya, terjadi di Desa Ciater, Serpong.Pencuri beraksi di kawasan yang relatif sepi dan dilakukan di tengah malam, yaitu pukul 02.00 WIB. Lokasi pencurian di kilometer 22 dan kilometer 26, dari arah stasiun Jakarta Kota, dengan total kabel yang dicuri sepanjang 400 meter.Aksi pencurian kabel LAA umumnya memang terjadi di kawasan yang relatif sepi. Itu sebabnya jalur Serpong-Jakarta, yang relatif sepi, menjadi jalur yang paling rawan pencurian. Dari November 2004 sampai sekarang saja sudah terjadi empat kasus pencurian kabel LAA. Sementara di jalur Tangerang-Jakarta terjadi dua kasus pencurian."Jalur Serpong-Jakarta ini kalau malam memang sepi. Di atas pukul 21.00 sudah tidak ada kereta yang melintas. Ada kereta lagi pada pukul 05.00 WIB.Pencurian biasanya terjadi terjadi antara malam hingga pagi hari," jelas Sujadi.Ditanya siapa pencurinya, apakah warga setempat, Sujadi menolak untuk menduga-duga. "Bisa saja orang dari daerah lain. Yang jelas pencurinya cukup ahli karena dia harus memotong kabel yang sedang dialiri listrik," katanya.PT KA, kata Sujadi, akan melaporkan kasus ke kepolisian agar bisa diusut dan ditangkap pelakunya. Sebab hingga kini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.Ditanya lebih lanjut soal upaya mencegah pencurian kabel LAA, Sujadi menyatakan yang bisa dilakukan adalah memasang alat untuk memantau aliran listrik di sepanjang jalur KRL. Alat ini sudah dioperasikan di kantor pusat pengendali di Manggarai, Jakarta Selatan. Dengan alat ini bisa segera diketahui jika ada aliran listrik yang tiba-tiba drop. "Jadi kita bisa tahu ada pencurian setelah ada kejadian. Seperti kasus tadi pagi itu. Begitu tahu listrik drop, pejabat terkait langsung ditelepon, petugas langsung melacak dan menuju ke lokasi yang dicurigai," ujar Sujadi.Pada peristiwa pencurian dini hari tadi petugas memang bisa segera mengetahui lokasi pencurian dan mendatanginya. Namun mereka kalah cepat, karena pelaku sudah lari. Hanya saja kabel yang sudah dicabut dari jalurnya tidak sempat dibawa oleh pelaku.
(gtp/)











































