"Saya mau panggil mungkin Rabu," ujar Lasro singkat saat dikonfirmasi wartawan perihal pernyataan Ahok tersebut di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).
Menurut mantan Kadisdik DKI itu, apabila SKPD datang terlambat lebih baik tidak perlu direkayasa. Jika dia datang terlambat, maka sudah seharusnya SKPD menerima konsekuensi pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD).
"Jadi sistem itu kan IT juga bisa dimainin yang cerdas kan bisa juga, permohonan kita alat kita yang mungkin sederhana ini. Jadi kalau terlambat ya terlambat saja, nggak masuk ya nggak masuk saja gitu loh. Jadi nggak perlu dikerjain apa-apa," jelasnya.
"Kalau dia nggak masuk dia memahami dong kalau bersedia untuk dipotong. Itu yang kita bangun gitu loh untuk bagian dari pembaharuan budaya DKI," kata Lasro.
Selain akan memanggil sejumlah oknum PNS DKI yang bandel, dia juga berencana memanggil Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika. Adapun pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta konfirmasi secara langsung.
"Kita mau evaluasi, saya mau panggil BKD dan Kominfomas ya. Perintah bapak (Ahok), sekarang sedang berjalan terus evaluasi. Kan nanti keliatan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok geram dengan kelakuan sejumlah PNS DKI yang nekat memalsukan absen finger print agar tidak ketahuan bolos kerja. Untuk itu pun Ahok minta Inspektorat DKI agar segera mengecek dan memproses oknum-oknum PNS yang nakal tersebut.
"Yang urus BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dia ada hitungannya. Kemarin orang absen pakai sidik jari pun bisa di-hack. Sudah kita temuin, jadi memang ada beberapa oknum PNS yang nakal," sebutnya.
"Orangnya saya belum tahu (secara pasti), tapi Inspektorat sudah cek," tutup Ahok.
Sebagaimana diketahui, tanggal 2 Juni merupakan tanggalan merah alias libur bersama. Hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Raya Waisak.
(Ayunda W Savitri/Mega Putra Ratya)










































