"Pemeriksaan hari ini cuma mengonfirmasi belasan rapat. Banyak sekali belasan rapat yang kebetulan saya tidak pernah tahu dan hadir," kata Amir usai diperiksa di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (1/6/2015).
"Perencanaan payment gateway dan belasan rapat itu yang ditanyakan, dan saya tidak tahu," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada proses harmonisasi yang menurut Pak Denny sudah dilakukan," kata dia.
Tak lama setelah menjalani pemeriksaan, Amir memberikan penjelasan yang lebih lengkap. Dia diperiksa terkait rapat-rapat pada pertengahan 2014.
"Saya hadir dalam rangka konfirmasi belasan rapat-rapat yang terjadi dalam Maret-September 2014 berkaitan payment gateway dan saya tidak tahu dan tidak menghadiri," kata Amir.
Menurut Amir, dirinya hanya satu kali menghadiri rapat membahas payment gateway pada pertengahan September 2014.
"Satu-satunya rapat yang saya hadiri mengenai paymeny gateway adalah rapat pertengahan September saat saya undang rapat darurat eselon I termasuk Wamen Denny untuk mendengarkan laporan Irjen Agus Sukiswo tentang temuan BPK soal payment ada penyimpangan," papar Amir.
Setelah rapat itu Amir langsung memutuskan menghentikan program payment gateway.
"Setelah rapat saya putuskan untuk menghentikan seketika kegiatan itu. Kalau ada belasan rapat dari Maret hingga seterusnya, saya tidak pernah tahu, tidak pernah dilaporkan dan tidak ikut serta," imbuh dia.
Amir diperiksa mulai pukul 09.00 sampai 14.30 WIB. "Penyidik Bareskrim mengkonfirmasi rapat-rapat yang saya tidak tahu. Rapat itu yang selenggarakan bukan menteri," tegasnya. (ahy/faj)










































