"Indonesia saat ini tengah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kemampuan riset dan pengembangan teknologi," kata Puan dalam rilis yang diterima di kantor Kemenko PMK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).
Dalam acara itu hadir pula Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong serta jajaran kementeriannya. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman tentang pengakuan gelar akademik dan kualifikasi pendidikan tinggi.
Selain itu, Puan berharap bahwa melalui acara First High Level People to People Exchange Mechanism itu Tiongkok memberikan bantuan guna meningkatkan kapasitas riset dan teknologi melalui investasi, alih teknologi, beasiswa, pelatihan dan pengembangan produk bersama. Puan juga menyebut penting pula untuk mendorong implementasi garis kerja sama ruang angkasa yang telah disepakati pada kunjungan Presiden Jokowi ke Tiongkok pada bulan Maret 2015.
"Saya juga mendorong agar lebih banyak lagi mahasiswa atau pelajar Tiongkok belajar di Indonesia guna memperkuat saling pengertian dan hubungan masyarakat kedua negara," ucap Puan.
Beberapa dokumen kerja sama yang telah ditandatangani yaitu Memorandum of Understanding on Higher Education Cooperation, Letter of Intent on Mutual Recognition of Academic Degrees and Qualifications in Higher Education, Implementing Arrangement on Scientist Exchange Program, Implementing Arrangement on Co-establishment Indonesia-China Technology Transfer Centre, Implementing Arrangement on Co-establishment Indonesia-China Joint Laboratory, Memorandum of Understanding on Reciprocal Establishment of Cultural Centers, dan Letter of Intent on Cooperation Research of Technology on HTGR Type Reactor.
(Dhani Irawan/Ikhwanul Khabibi)










































